11 September 2026
Meningkatnya ketegangan geopolitik dan lonjakan harga minyak di atas level $100 seharusnya, secara teori, memberikan dorongan besar bagi logam mulia. Namun pasar bertindak seolah dunia terbalik: Alih-alih dicari sebagai aset aman, dan perak justru mengalami aksi jual tajam menjelang data inflasi utama AS. Pasar kini baru mencoba stabil tepat di atas level support kunci—sementara kekhawatiran kenaikan suku bunga menjelang pertemuan Federal Reserve mencapai puncak sementara.
Guncangan Harga Minyak dan Kenaikan Imbal Hasil Mendorong Ekspektasi The Fed
Pemicu aksi jual baru-baru ini adalah campuran beracun dari kenaikan harga produsen AS (+5,4% tahun-ke-tahun) dan data pasar tenaga kerja yang kuat. Pasar energi menjadi pendorong utama: Serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz dan perebutan pelabuhan Mocha di Yaman oleh pasukan Houthi melambungkan WTI ke $102,48 dan Brent ke $107,63 per barel—level tertinggi dalam beberapa bulan.
Bagi investor logam mulia, risiko geopolitik ini justru menjadi bumerang: Harga energi yang tinggi secara masif memicu ekspektasi inflasi, yang mendorong imbal hasil obligasi acuan Treasury AS 10 tahun ke 4,94 persen—level tertinggi sejak Oktober 2023. Di pasar berjangka, para pedagang telah memperhitungkan probabilitas 71 persen kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin minggu depan. Biaya peluang yang dihasilkan dan dolar AS yang menguat tiba-tiba menarik karpet dari bawah logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.
Analisis Teknis Diuji: Level Kunci Menjelang CPI
Aksi jual meninggalkan bekas mendalam di grafik: Perak sempat anjlok 5,5 persen, sementara emas tergelincir di bawah EMA 200 hari ($4.341). Meskipun pemulihan tentatif hari Jumat menunjukkan bahwa pembeli saat penurunan menunggu di level rendah, hari-hari mendatang akan menentukan keberlanjutan rebound:
- Emas: Zona sekitar $4.315 bertindak sebagai level support utama; penembusan di bawahnya akan mengancam penurunan ke $4.290 atau $4.263. Di sisi atas, $4.379 membentuk rintangan pertama, diikuti oleh $4.396 dan level psikologis $4.500.
- Perak: Setelah penurunan di bawah $65,60, kisaran $63,30 hingga $63,50 berfungsi sebagai level support krusial. Dalam perjalanan kembali ke tren naik, para pembeli harus secara bertahap merebut kembali $65,60 dan $67,25.
Nasib kedua logam kini akan ditentukan oleh data harga konsumen AS (CPI): Jika data tersebut mengonfirmasi tekanan inflasi yang berkelanjutan, para pendukung kebijakan ketat di Federal Reserve kemungkinan akan tetap memiliki keleluasaan. Sebaliknya, jika inflasi ternyata lebih rendah dari perkiraan, koreksi penurunan saat ini dapat menjadi dasar bagi reli pemulihan yang dinamis.
Sumber:


