Uzbekistan meluncurkan ladang angin 20 MW dengan dukungan Tiongkok

Telah Terbit: Aug 25, 2026 14:31

TASHKENT. 21 Agustus - Uzbekistan telah mengoperasikan pembangkit listrik tenaga angin (PLTB) Chorbog berkapasitas 20 MW di distrik Bostanlyk, wilayah Tashkent, demikian dilaporkan Kementerian Energi negara itu.

“PLTB Chorbog sepenuhnya siap beroperasi dan diluncurkan untuk memperingati ulang tahun ke-35 kemerdekaan Uzbekistan. Proyek ini merupakan hasil lain dari kemitraan strategis antara Uzbekistan dan Tiongkok,” kata kementerian tersebut.

Pemerintah Tiongkok menyediakan hibah pembiayaan tanpa bunga sebesar $28 juta untuk proyek tersebut.

Fasilitas ini memiliki empat turbin angin terpasang dengan kapasitas masing-masing 5 MW dan diperkirakan menghasilkan hingga 50 juta kWh listrik per tahun, yang menurut kementerian cukup untuk memasok listrik bagi sekitar 20.000 rumah tangga.

Pengoperasian PLTB tersebut akan memungkinkan penghematan puluhan ribu meter kubik gas alam per tahun serta mengurangi emisi gas rumah kaca, kata kementerian itu.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Analysis] Harga Penyelesaian Tenaga Surya Tiongkok Berbeda pada Semester I 2026 karena Waktu dan Musiman Membentuk Ulang Pendapatan
18 Sep 2026 16:52
[SMM Analysis] Harga Penyelesaian Tenaga Surya Tiongkok Berbeda pada Semester I 2026 karena Waktu dan Musiman Membentuk Ulang Pendapatan
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Harga Penyelesaian Tenaga Surya Tiongkok Berbeda pada Semester I 2026 karena Waktu dan Musiman Membentuk Ulang Pendapatan
[SMM Analysis] Harga Penyelesaian Tenaga Surya Tiongkok Berbeda pada Semester I 2026 karena Waktu dan Musiman Membentuk Ulang Pendapatan
Jam-jam dengan harga rendah dan fluktuasi musiman kini menjadi sama pentingnya dengan volume pembangkitan dalam keekonomian proyek tenaga surya.
18 Sep 2026 16:52
Tarif Meningkat, Akses Pasar Mengetat: Bisakah Surya AS Terus Tumbuh? [Analisis SMM]
18 Sep 2026 16:40
Tarif Meningkat, Akses Pasar Mengetat: Bisakah Surya AS Terus Tumbuh? [Analisis SMM]
Baca Selengkapnya
Tarif Meningkat, Akses Pasar Mengetat: Bisakah Surya AS Terus Tumbuh? [Analisis SMM]
Tarif Meningkat, Akses Pasar Mengetat: Bisakah Surya AS Terus Tumbuh? [Analisis SMM]
Pembatasan AS terhadap pasokan tenaga surya global kini meluas melampaui tarif berdasarkan asal, mencakup harga material hulu, ketertelusuran rantai pasokan, otorisasi peralatan, dan kelayakan kredit pajak.
18 Sep 2026 16:40
【Analisis SMM】Etiopia Menjadi Sumber Terbesar Aliran Sel Surya Tujuan AS, tetapi Volume Juli Anjlok
18 Sep 2026 15:20
【Analisis SMM】Etiopia Menjadi Sumber Terbesar Aliran Sel Surya Tujuan AS, tetapi Volume Juli Anjlok
Baca Selengkapnya
【Analisis SMM】Etiopia Menjadi Sumber Terbesar Aliran Sel Surya Tujuan AS, tetapi Volume Juli Anjlok
【Analisis SMM】Etiopia Menjadi Sumber Terbesar Aliran Sel Surya Tujuan AS, tetapi Volume Juli Anjlok
Bauran asal aliran sel surya yang masuk ke AS berubah tajam pada 2026. Analisis SMM terhadap data aliran perdagangan sel surya global menunjukkan sekitar 37,32 GW sel masuk ke pasar AS pada Januari–Juli. Ethiopia memasok sekitar 21,55 GW, atau 57,8% dari total, jauh melampaui Tiongkok, Kenya, Korea Selatan, dan Thailand. Secara kumulatif, Ethiopia menjadi asal terbesar dalam kumpulan data ini.
18 Sep 2026 15:20