13 Maret 2026
Republik Demokratik Kongo telah membuka fasilitas , menandai langkah penting dalam upaya negara itu untuk memperoleh nilai lebih besar dari kekayaan mineralnya yang melimpah. Langkah ini, yang menyimpang dari model tradisional ekstraksi bahan mentah, menempatkan Kongo sejajar dengan semakin banyak negara Afrika yang melawan pola puluhan tahun ekstraksi tanpa pembangunan. Di seluruh benua, pemerintah secara aktif menarik investasi asing untuk membangun kapasitas pemurnian dan manufaktur. Pergeseran ini terjadi pada saat yang krusial ketika kekuatan internasional, termasuk Tiongkok dan AS, bersaing memperebutkan pengaruh atas sumber daya Afrika. Seperti dicatat seorang pejabat PBB, Afrika baru akan benar-benar mendapat manfaat dari kekayaan mineralnya ketika membangun infrastruktur regional dan rantai nilai yang diperlukan untuk mengubahnya menjadi kemakmuran bersama. Kilang baru Kongo merupakan langkah yang berarti, meski masih tahap awal, ke arah itu.
Sumber:



