Shanghai bonded refined nickel stocks rose 9,000 mt on week

Telah Terbit: Jul 9, 2021 17:50
Inventories of refined nickel in the Shanghai bonded areas increased 9,000 mt from a week ago and stood at 11,200 mt as of July 9, showed SMM data.

SHANGHAI, Jul 9 (SMM) – Inventories of refined nickel in the Shanghai bonded areas increased 9,000 mt from a week ago and stood at 11,200 mt as of July 9, showed SMM data.

Nearly 1,000 mt of nickel plates from LME warehouse were moved into bonded warehouse this week, but the import window was nearly opened due to the surge of SHFE nickel on Friday. It is expected that this part of the supply will flow into China one after another in the near future. It is understood that most of the goods arriving at port in the later period are LME nickel briquettes, which are likely to enter China through direct customs clearance. Shanghai bonded refined nickel stocks may be difficult to maintain the upward momentum.


Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Transaksi NPI Bermutu Tinggi Langka, Pabrik Baja Tetap Pesimistis di Tengah Minat Beli yang Rendah
22 menit yang lalu
Transaksi NPI Bermutu Tinggi Langka, Pabrik Baja Tetap Pesimistis di Tengah Minat Beli yang Rendah
Baca Selengkapnya
Transaksi NPI Bermutu Tinggi Langka, Pabrik Baja Tetap Pesimistis di Tengah Minat Beli yang Rendah
Transaksi NPI Bermutu Tinggi Langka, Pabrik Baja Tetap Pesimistis di Tengah Minat Beli yang Rendah
[SMM Kilat Nikel] Berita 15 September: Transaksi NPI kadar tinggi masih sulit ditemukan, dan sentimen pesimistis tetap bertahan di kalangan pabrik baja. Meski harga turun, minat beli tetap rendah, dengan sebagian besar bersikap menunggu.
22 menit yang lalu
Indeks Sentimen NPI Kelas Tinggi SMM Turun ke 1,75, Kepercayaan Hilir Melemah
24 menit yang lalu
Indeks Sentimen NPI Kelas Tinggi SMM Turun ke 1,75, Kepercayaan Hilir Melemah
Baca Selengkapnya
Indeks Sentimen NPI Kelas Tinggi SMM Turun ke 1,75, Kepercayaan Hilir Melemah
Indeks Sentimen NPI Kelas Tinggi SMM Turun ke 1,75, Kepercayaan Hilir Melemah
[SMM Kilasan Nikel] Pada 15 September, indeks sentimen pasar NPI kadar tinggi SMM berada di 1,75, turun 0,02 dibandingkan bulan sebelumnya. Indeks sentimen hulu untuk NPI kadar tinggi adalah 1,85, tidak berubah dibandingkan bulan sebelumnya, sementara indeks sentimen hilir untuk NPI kadar tinggi adalah 1,66, turun 0,02 dibandingkan bulan sebelumnya. Pasar NPI masih terjebak dalam dinamika tawar-menawar yang lemah.
24 menit yang lalu
[SMM Kilat Nikel] Kondisi Kering Parah Ganggu Peningkatan Produksi Proyek ENC HPAL Nickel Industries
1 jam yang lalu
[SMM Kilat Nikel] Kondisi Kering Parah Ganggu Peningkatan Produksi Proyek ENC HPAL Nickel Industries
Baca Selengkapnya
[SMM Kilat Nikel] Kondisi Kering Parah Ganggu Peningkatan Produksi Proyek ENC HPAL Nickel Industries
[SMM Kilat Nikel] Kondisi Kering Parah Ganggu Peningkatan Produksi Proyek ENC HPAL Nickel Industries
Nickel Industries menyatakan bahwa peningkatan produksi proyek HPAL Excelsior Nickel Cobalt di Sulawesi Tengah, Indonesia, terganggu oleh kekurangan air akibat cuaca yang sangat kering. Curah hujan di Tambang Hengjaya di dekatnya tercatat kurang dari 4 mm pada Agustus 2026, dibandingkan dengan rata-rata historis Agustus sebesar 222 mm. Sebelum kendala tersebut muncul, ENC telah mencapai sekitar 50% dari kapasitas terpasang dalam waktu empat minggu sejak commissioning. Jika kekurangan air berlanjut, proyek ini diperkirakan akan beroperasi pada sekitar 30% dari kapasitas terpasang hingga kondisi kembali normal. Perusahaan memperkirakan ketersediaan air akan pulih seiring musim hujan pada Desember 2026. Operasi RKEF-nya tetap tidak terpengaruh dan terus berjalan normal.
1 jam yang lalu