[SMM Kilat Nikel] Kondisi Kering Parah Ganggu Peningkatan Produksi Proyek ENC HPAL Nickel Industries
Nickel Industries menyatakan bahwa peningkatan produksi proyek HPAL Excelsior Nickel Cobalt di Sulawesi Tengah, Indonesia, terganggu oleh kekurangan air akibat cuaca yang sangat kering. Curah hujan di Tambang Hengjaya di dekatnya tercatat kurang dari 4 mm pada Agustus 2026, dibandingkan dengan rata-rata historis Agustus sebesar 222 mm. Sebelum kendala tersebut muncul, ENC telah mencapai sekitar 50% dari kapasitas terpasang dalam waktu empat minggu sejak commissioning. Jika kekurangan air berlanjut, proyek ini diperkirakan akan beroperasi pada sekitar 30% dari kapasitas terpasang hingga kondisi kembali normal. Perusahaan memperkirakan ketersediaan air akan pulih seiring musim hujan pada Desember 2026. Operasi RKEF-nya tetap tidak terpengaruh dan terus berjalan normal.