Pengadilan Banding Milan telah menolak permohonan penangguhan penghentian fasilitas hot-end di bekas pabrik baja ILVA di Taranto, sehingga 28 Oktober tetap menjadi batas waktu penutupan. 16 September menjadi titik operasional penting untuk memulai proses penghentian.
Penghentian ini diperkirakan akan berdampak signifikan terhadap pasar baja domestik Italia maupun pasar baja Uni Eropa yang lebih luas, dengan pelaku pasar memperkirakan harga akan naik seiring mengetatnya ketersediaan pasokan. Seorang eksportir baja senior India mengatakan pengurangan produksi Italia akan mendorong kenaikan harga regional, dengan dampak yang kemungkinan meluas melampaui Italia ke pasar Eropa yang lebih luas.
Hilangnya produksi hot-end juga dapat meningkatkan permintaan slab impor untuk dikonversi menjadi HRC, karena pabrik berupaya menggantikan sebagian pasokan baja yang hilang. Kebutuhan impor slab yang lebih tinggi dan peningkatan aktivitas konversi akibatnya dapat menjadi ciri penting pasar Italia seiring berjalannya penghentian.
Namun bagi eksportir India, dampak terhadap volume diperkirakan minimal dalam jangka pendek. Pembatasan kuota UE terus membatasi kemampuan pabrik India untuk meningkatkan pengiriman secara substansial meskipun pasokan Eropa mengetat. Oleh karena itu, dampak yang lebih relevan bagi penjual India adalah melalui harga baja Italia dan UE yang lebih kuat, bukan peningkatan tonase ekspor yang signifikan.
Opini pasar tetap sangat optimis terhadap harga Italia dan UE setelah penghentian, sementara permintaan slab impor dan konversi menjadi HRC diperkirakan akan meningkat karena pasar berupaya mengompensasi berkurangnya produksi domestik.
![[Berbagai daerah meningkatkan dukungan konsumsi perumahan]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/vhvTQ20251217171715.jpg)
![[SMM Baja] Harga HRC Indonesia Tetap Stabil](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JAnHq20251217171716.jpg)
![[Penjualan Ritel Kendaraan India Naik 17,51% YoY pada Agustus]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/fExeD20251217171748.jpg)
