Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah resmi merilis Harga Mineral Acuan (HMA) untuk paruh pertama September 2026. HMA untuk periode ini adalah sebagai berikut: harga nikel sebesar US$16.733,33/ton, turun dari US$16.960/ton pada paruh kedua Agustus 2026, yang merupakan penurunan sebesar US$226,67/ton, atau 1,33%. Sementara itu, harga acuan untuk mineral lainnya adalah: kobalt sebesar US$55.852,67/ton, bijih besi sebesar US$1,43/ton, dan bijih kromit sebesar US$6,37/ton.
Menurut model perhitungan internal SMM, berdasarkan simulasi untuk bijih pirometalurgi (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan bijih hidrometalurgi (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel untuk berbagai kadar telah berubah sebagai berikut:
- Ni 1,2%: US$45,65/wmt (turun US$0,46)
- Ni 1,3%: US$49,90/wmt (turun US$0,52)
- Ni 1,4%: US$54,07/wmt (turun US$0,50)
- Ni 1,5%: US$58,75/wmt (turun US$0,56)
- Ni 1,6%: US$63,64/wmt (turun US$0,63)
![[SMM Kilasan Baja Tahan Karat] Harga Baja Tahan Karat Seri 300 Indonesia Turun Menyeluruh USD30/ton Hari Ini](https://imgqn.smm.cn/usercenter/Btmsv20251217171733.jpg)

![[SMM Kilasan Baja Tahan Karat] Chugai Ro Jepang Kirim Lini Anil Cerah Elektrik ke Otelinox Rumania](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yUOUz20251217171732.jpg)
