Pasar bijih nikel Indonesia tetap stabil pada 23 September, dengan penilaian SMM untuk bijih nikel Indonesia yang dikirim ke pelabuhan tujuan tidak berubah di semua kadar utama:
Ni 1,2%: $26,5/wmt, tidak berubah.
Ni 1,3%: $28,5/wmt, tidak berubah.
Ni 1,4%: $51,8/wmt, tidak berubah.
Ni 1,5%: $58,5/wmt, tidak berubah.
Ni 1,6%: $63,4/wmt, tidak berubah.
Di pasar, persetujuan RKAB tambahan 2026 secara bertahap memasuki pasar, membantu meredakan kekurangan bijih nikel sebelumnya. Namun, total kuota tambahan belum diumumkan secara resmi, dan laju pelaksanaan kuota tetap menjadi faktor kunci untuk pasokan bijih dan produksi smelter selanjutnya.
Sementara itu, kekeringan akibat El Niño muncul sebagai kekhawatiran baru di sisi pasokan. IMIP mengonfirmasi bahwa kekurangan air telah memaksa beberapa smelter mengurangi produksi NPI, meskipun operasi belum dihentikan.
![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Nikel Sumber Sendiri Glencore Q3 sebesar 18,8 kt; Panduan 2026 Dipertahankan pada 70-80 kt](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yaAtG20251217171733.jpg)
![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Laba Lygend 9 Bulan Naik 62% menjadi RMB 3,32 miliar; KPS RKEF Fase II Beroperasi Penuh](https://imgqn.smm.cn/usercenter/NHXhQ20251217171733.jpg)
![[SMM Kilasan Pasar Nikel] Laba Bersih 9 Bulan CNGR Naik 62% Menjadi RMB 1,81 Miliar Berkat Peningkatan Produksi Nikel di Indonesia](https://imgqn.smm.cn/usercenter/vSdFt20251217171732.jpg)
