Wilayah penghasil nikel utama Indonesia diperkirakan akan mengalami cuaca yang umumnya terkendali minggu ini. Sulawesi Tengah (Morowali) diprakirakan menerima curah hujan 10–30 mm, dengan gangguan yang diperkirakan minimal. Halmahera kemungkinan menerima 30–60 mm, dengan hujan lebat yang berpotensi menyebabkan gangguan sementara pada pertambangan dan logistik, sementara Pulau Obi diprakirakan 10–25 mm, mendukung operasi yang sebagian besar normal.
Di Filipina, Palawan diprakirakan 30–60 mm, dengan dampak sedang pada transportasi jalan tambang dan pemuatan kapal. Pulau Homonhon diperkirakan menerima 10–20 mm, mendukung operasi normal. Zambales menghadapi risiko cuaca tertinggi, dengan curah hujan 80–140 mm dan badai petir yang sering, serta angin kencang yang dapat mengganggu operasi pertambangan, transportasi, dan pelabuhan, khususnya pada 10–12 Agustus.
![[Analisis SMM] Revisi RKAB untuk Tambang Nikel Besar Tetap Menjadi Fokus Pasar Setelah Klarifikasi ESDM](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PFIti20251217171734.jpg)
![[SMM Analysis] Setelah klarifikasi ESDM, penyesuaian kuota RKAB untuk tambang nikel besar tetap menjadi fokus pasar.](https://imgqn.smm.cn/usercenter/NHXhQ20251217171733.jpg)
![[Kilas Baja Tahan Karat SMM] Gerber Group Menyerukan Komisi UE untuk Memperbaiki Aturan Sertifikat CBAM](https://imgqn.smm.cn/usercenter/WYeHX20251217171733.jpg)
