Tiongkok dilaporkan telah meningkatkan cadangan emasnya secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir, dengan angka sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan secara resmi. Pada Mei dan Juni 2026, Tiongkok mengumumkan peningkatan masing-masing 9,95 ton dan 14,93 ton, menandai akumulasi selama 20 bulan berturut-turut. Analis berspekulasi bahwa pembelian aktual bisa melampaui angka ini dengan selisih besar, yang berpotensi menunjukkan langkah strategis Tiongkok untuk memperkuat kepemilikan emasnya di tengah penurunan harga emas.
Akumulasi berkelanjutan oleh Tiongkok terjadi saat harga emas mengalami penurunan 16% pada kuartal kedua 2026. Meskipun demikian, Bank Rakyat Tiongkok telah melipatgandakan pembelian emas bulanannya dari Maret hingga Juni, menunjukkan strategi yang kuat untuk meningkatkan cadangannya. Pelaku pasar mencermati perkembangan ini dengan saksama, karena perbedaan antara kepemilikan yang dilaporkan dan aktual dapat berdampak pada dinamika pasar emas.
Pasar tampaknya menginterpretasikan tindakan Tiongkok sebagai konsisten dengan peningkatan permintaan emas, yang dapat memengaruhi pergerakan harga. Beberapa analis memperkirakan cadangan emas aktual Tiongkok mungkin dua kali lipat dari angka yang dilaporkan, berpotensi mencapai 5.500 ton. Akumulasi berkelanjutan ini dipandang sebagai manuver strategis untuk mendiversifikasi dan memperkuat posisi keuangan Tiongkok.
Poin Penting
- Peningkatan cadangan emas Tiongkok tampak konsisten dengan strategi untuk memperkuat posisi keuangannya, meskipun harga emas menurun.
- Harga pasar menunjukkan bahwa akumulasi Tiongkok dapat mendorong permintaan, berpotensi mendukung harga emas yang lebih tinggi dalam waktu dekat.
- Analis memperkirakan kepemilikan emas aktual Tiongkok bisa jauh lebih tinggi dari yang dilaporkan, mengindikasikan akumulasi negara yang tidak dilaporkan.
Yang Perlu Dicermati
Pengamat akan memperhatikan setiap pengumuman lebih lanjut dari Bank Rakyat Tiongkok terkait pembelian emas tambahan. Perkembangan geopolitik mendatang, seperti perubahan kebijakan moneter AS atau kondisi ekonomi global, dapat memengaruhi interpretasi pasar terhadap strategi Tiongkok. Pelaku pasar juga akan memantau pergerakan harga emas, terutama mengingat potensi katalis seperti tindakan bank sentral atau ketegangan geopolitik, yang dapat memengaruhi kemungkinan emas mencapai target harga yang lebih tinggi pada 1 Agustus 2026.
Sumber:



