Pasar spot aluminium primer global di luar negeri menghadapi tekanan penurunan secara umum minggu ini, dengan premi spot di Jepang, Asia Tenggara, Korea Selatan, dan AS semuanya turun dari minggu sebelumnya. Pasar Asia terbebani oleh lemahnya sentimen pembelian hilir di tengah musim sepi konsumsi tradisional. Pasokan beredar yang melimpah akibat kedatangan kargo yang terkonsentrasi di AS memperburuk sentimen bearish. Sementara itu, kurva LME sempat berubah menjadi struktur Backwardation (B) minggu ini. Biaya modal yang tinggi mendorong para pedagang meningkatkan aksi jual, menekan penawaran spot lebih rendah di berbagai wilayah dan menyeret tolok ukur transaksi.
I. Perbandingan Mingguan Premi Spot Utama Global


II. Transaksi Spot Regional & Komentar Pasar
(I) Pasar Asia: Pembelian Lesu Musim Sepi, Disparitas Lebar antara Patokan Jangka Panjang QMJP dan Harga Spot
Pasar Jepang
Pasar spot Jepang tetap lesu minggu ini, dengan pembeli hilir hanya melakukan pesanan sporadis untuk memenuhi kebutuhan operasional langsung dan tidak ada aktivitas penambahan stok besar-besaran. Harga patokan QMJP Q3 ditetapkan sebesar USD 395/mt, sangat menyimpang dari harga transaksi spot aktual yang berkisar antara USD 330–350/mt, sehingga terjadi diskon tajam terhadap patokan kuartalan di seluruh pasar.
Asia Tenggara, Korea Selatan, dan Indonesia
Premi spot di Thailand dan Korea Selatan turun bersamaan karena para pedagang menunjukkan keinginan kuat untuk melepas stok. Permintaan pengguna akhir di luar negeri untuk aluminium primer Indonesia tetap lesu, sementara pelaku hilir masih enggan menerima harga tinggi, sehingga menekan harga pabrik setempat dan harga transaksi yang disepakati.
Di seluruh saluran perdagangan Asia, struktur Backwardation sementara pada kurva aluminium LME, ditambah dengan biaya modal yang lebih tinggi dan tekanan inventaris, mendorong pemegang untuk memotong penawaran guna melikuidasi stok. Ditambah dengan permintaan hilir yang lesu, harga spot menghadapi tekanan penurunan tambahan.
(II) Pasar AS: Kedatangan Kargo Terkonsentrasi dari Berbagai Wilayah Menekan Premi
Harga spot yang lebih rendah di Eropa sebelumnya mengalihkan sebagian ingot aluminium Kanada ke AS, bersama dengan sebagian pengiriman aluminium primer Indonesia. Kedatangan kargo yang terkonsentrasi secara signifikan meningkatkan pasokan pasar. Meskipun permintaan dasar di AS kaku, lonjakan pasokan yang tersedia menjaga premi DDP di bawah tekanan penurunan mingguan yang ringan.
III. Pendorong Makro Utama yang Membentuk Pasar Spot Luar Negeri
Permintaan Pengguna Akhir: Musim Sepi Menyeret Sentimen Pembelian Asia
Asia Tenggara dan Jepang memasuki musim sepi permintaan tradisional. Pabrikan hilir hanya membeli bahan sesuai kebutuhan tanpa penimbunan stok proaktif, dan tingkat harga yang dapat diterima pasar terus merosot, membuat transaksi spot tanpa dukungan yang kuat.
Arus Perdagangan: Biaya Modal Tinggi Memicu Likuidasi Inventaris Pedagang
Struktur Backwardation sementara pada kurva aluminium LME mengangkat biaya penyimpanan bagi pedagang logam. Sebagian besar pelaku pasar memilih memotong harga untuk menjual stok dan menarik kembali modal, membanjiri pasar dengan pasokan yang tersedia dan semakin menekan premi spot.
IV. Tinjauan Singkat Pasar
Dalam waktu dekat, musim sepi di Asia masih jauh dari selesai, dan para pedagang tetap memiliki insentif kuat untuk melikuidasi inventaris, yang akan menjaga premi spot aluminium primer luar negeri tetap rendah. Ke depannya, pelaku pasar akan memantau dengan cermat jadwal pengoperasian proyek aluminium Indonesia dan aktivitas penambahan stok di antara produsen hilir luar negeri.

![[Pendapatan Dongxing Aluminum meningkat 21,9% di paruh pertama tahun ini]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/uoPaX20251217171651.jpg)
![[Penjualan Alcoa di kuartal kedua mencapai $3,97 miliar, naik 31% dibandingkan tahun sebelumnya.]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/zjiqN20251217171650.jpg)
