Kekurangan Bijih Nikel Indonesia Memaksa Pemotongan Produksi dan Pemeliharaan di Kawasan Industri IWIP

Telah Terbit: May 19, 2026 14:33
[SMM Nickel Flash] Menurut SMM, kuota penambangan bijih nikel Indonesia diperketat secara signifikan pada 2026, memperparah kekurangan pasokan bijih nikel. Akibatnya, beberapa lini produksi NPI kadar tinggi di Indonesia telah memasuki masa pemeliharaan dan pemangkasan produksi sejak Maret-April karena kekurangan pasokan bijih dan biaya tinggi. Ditambah dengan beroperasinya kapasitas aluminium baru di dalam kawasan industri dan realokasi sumber daya listrik, diperkirakan dalam beberapa bulan mendatang, 10-15% kapasitas NPI kadar tinggi yang ada di kawasan industri IWIP akan tetap dalam pemeliharaan bergilir, dengan prospek pemulihan pasokan jangka pendek yang kecil.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Agu)
7 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Agu)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Agu)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (17 Agu)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam ferrous dan nonferrous di SHFE dan DCE pada 17 Agu 2026
7 jam yang lalu
[SMM Kilat Nikel] Vale: Konstruksi Mekanis Smelter Nikel HPAL Pomalaa Telah Selesai
7 jam yang lalu
[SMM Kilat Nikel] Vale: Konstruksi Mekanis Smelter Nikel HPAL Pomalaa Telah Selesai
Baca Selengkapnya
[SMM Kilat Nikel] Vale: Konstruksi Mekanis Smelter Nikel HPAL Pomalaa Telah Selesai
[SMM Kilat Nikel] Vale: Konstruksi Mekanis Smelter Nikel HPAL Pomalaa Telah Selesai
[Vale: Konstruksi Mekanis Smelter Nikel HPAL Pomalaa Telah Selesai] Budiawansyah, Chief Sustainability and Corporate Affairs Officer PT Vale Indonesia (INCO), mengatakan pada 13 Agustus bahwa konstruksi fisik dan mekanis smelter HPAL (high-pressure acid leach, hidrometalurgi) yang berlokasi di blok Pomalaa, Kecamatan Pomalaa, Kabupaten Kolaka, Provinsi Sulawesi Tenggara, telah selesai (satu lini produksi telah mencapai 100% penyelesaian mekanis) dan telah memasuki tahap uji operasi. Proyek ini dikembangkan oleh PT Kolaka Nickel Indonesia (KNI), dengan mitra Zhejiang Huayou Cobalt (Huayou) dan Ford Motor Company (Ford). PT Vale Indonesia Tbk berencana memulai produksi proyek di Pomalaa pada kuartal III 2026, dengan target kapasitas 120.000 mt Ni MHP.
7 jam yang lalu
Sentimen Pasar Melemah untuk NPI Kelas Tinggi, Pembelian Hilir Lesu di Tengah Minat yang Mendingin
7 jam yang lalu
Sentimen Pasar Melemah untuk NPI Kelas Tinggi, Pembelian Hilir Lesu di Tengah Minat yang Mendingin
Baca Selengkapnya
Sentimen Pasar Melemah untuk NPI Kelas Tinggi, Pembelian Hilir Lesu di Tengah Minat yang Mendingin
Sentimen Pasar Melemah untuk NPI Kelas Tinggi, Pembelian Hilir Lesu di Tengah Minat yang Mendingin
[Flash Nikel SMM] Berita 17 Agustus: Sentimen pasar saat ini untuk NPI kadar tinggi relatif lemah. Banyak pelaku pasar, menghadapi tren pasar yang menurun, memilih bersikap wait and see dan menghentikan penawaran harga. Kemauan beli pabrik baja hilir tetap lesu, dengan beberapa perusahaan langsung menangguhkan aktivitas pengadaan terkait, dan minat beli di pasar jelas mendingin
7 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash] Menurut SMM, kuota penambangan bijih nikel Indonesi - Shanghai Metals Market (SMM)