【SMM Flash News】

Telah Terbit: Sep 22, 2025 02:50
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, menerbitkan Surat Nomor 1533/MB.07/DJB.T/2025 yang menjatuhkan sanksi administratif kepada 190 perusahaan tambang yang gagal menyediakan jaminan reklamasi, dengan memerintahkan penangguhan sementara operasi mereka. Keputusan ini ditandatangani oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Tri Winarno. Sanksi tersebut diberlakukan sebagai tindak lanjut dari tiga peringatan administratif sebelumnya yang tidak diindahkan. Masa penangguhan maksimum adalah 60 hari, dan sanksi dapat dicabut jika perusahaan menyerahkan dan mendapatkan persetujuan untuk dokumen rencana reklamasi serta menempatkan jaminan reklamasi hingga tahun 2025. Tri Winarno menekankan bahwa jika perusahaan gagal memenuhi kewajiban mereka dalam jangka waktu yang ditetapkan, izin pertambangan mereka dapat dicabut secara permanen.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Kilat Nikel] Pure Battery Technologies Memajukan Proyek pCAM Batang senilai US$350 Juta
7 jam yang lalu
[SMM Kilat Nikel] Pure Battery Technologies Memajukan Proyek pCAM Batang senilai US$350 Juta
Baca Selengkapnya
[SMM Kilat Nikel] Pure Battery Technologies Memajukan Proyek pCAM Batang senilai US$350 Juta
[SMM Kilat Nikel] Pure Battery Technologies Memajukan Proyek pCAM Batang senilai US$350 Juta
Perusahaan Australia Pure Battery Technologies (PBT) terus memajukan rencana investasi sekitar US$350 juta untuk fasilitas precursor cathode active material (pCAM) di Kawasan Ekonomi Khusus Industropolis Batang, Jawa Tengah, dengan proyek saat ini berada pada tahap rekayasa dan konstruksi ditargetkan dimulai pada 2027. Fasilitas ini direncanakan untuk mengolah mixed hydroxide precipitate (MHP) yang dipasok oleh industri HPAL domestik Indonesia menjadi pCAM bernilai lebih tinggi, membantu mengisi kesenjangan utama antara kapasitas pengolahan nikel Indonesia yang berkembang pesat dan manufaktur sel baterai hilir. Proyek ini diperkirakan akan mempekerjakan sekitar 1.000 pekerja selama konstruksi dan sekitar 200 pekerja selama operasi.
7 jam yang lalu
Harga NPI Kelas Tinggi Kembali Turun di Tengah Pelemahan Baja Tahan Karat yang Berlanjut
4 Sep 2026 17:44
Harga NPI Kelas Tinggi Kembali Turun di Tengah Pelemahan Baja Tahan Karat yang Berlanjut
Baca Selengkapnya
Harga NPI Kelas Tinggi Kembali Turun di Tengah Pelemahan Baja Tahan Karat yang Berlanjut
Harga NPI Kelas Tinggi Kembali Turun di Tengah Pelemahan Baja Tahan Karat yang Berlanjut
[SMM Kilasan Nikel] Pada 4 September, NPI kadar tinggi spot semakin melemah, dengan sinyal jelas penurunan harga. Pelemahan berkelanjutan pada baja nirkarat menekan harga NPI, dan sebagian pedagang memilih untuk mengirim barang lebih awal, memperkuat divergensi sentimen pasar.
4 Sep 2026 17:44
SMM Kilasan Nikel: Sentimen NPI Kadar Tinggi Melemah, Faktor Hilir dan Hulu Menurun
4 Sep 2026 17:43
SMM Kilasan Nikel: Sentimen NPI Kadar Tinggi Melemah, Faktor Hilir dan Hulu Menurun
Baca Selengkapnya
SMM Kilasan Nikel: Sentimen NPI Kadar Tinggi Melemah, Faktor Hilir dan Hulu Menurun
SMM Kilasan Nikel: Sentimen NPI Kadar Tinggi Melemah, Faktor Hilir dan Hulu Menurun
[SMM Kilasan Nikel] Pada 4 September, faktor sentimen pasar NPI kadar tinggi SMM berada di angka 1,75, turun 0,02 dibanding bulan sebelumnya. Faktor sentimen hulu untuk NPI kadar tinggi adalah 1,84, turun 0,03 dibanding bulan sebelumnya, sementara faktor sentimen hilir untuk NPI kadar tinggi adalah 1,65, turun 0,02 dibanding bulan sebelumnya. Pelemahan pada NPI kadar tinggi spot semakin meningkat.
4 Sep 2026 17:43