Para peneliti dari Universitas Tianjin baru-baru ini membuat terobosan penting dalam teknologi baterai, dengan berhasil mengembangkan baterai kantong logam lithium dengan kepadatan energi lebih dari 600Wh/kg, dan kepadatan energi paket baterai sebesar 480Wh/kg.
Menurut Kantor Berita Xinhua, inovasi ini telah meningkatkan kepadatan energi dan jarak tempuh hingga 2 hingga 3 kali lipat dibandingkan dengan baterai lithium-ion tradisional. Laporan tersebut mencatat bahwa terobosan ini datang pada saat ketika ada lonjakan permintaan untuk baterai berkapasitas tinggi dan jarak tempuh jauh di bidang seperti kendaraan listrik, elektronik konsumen, robotika, dan ekonomi rendah. Meskipun kepadatan energi sangat penting, peningkatannya selalu menghadapi tantangan teknis.
Meskipun baterai logam lithium memiliki potensi yang lebih besar daripada baterai lithium-ion standar, pengembangannya telah lama dibatasi oleh desain elektrolit. Tim peneliti dari Universitas Tianjin mengatasi tantangan ini dengan memperkenalkan "elektrolit terdelokalisasi" baru untuk mengoptimalkan struktur solvasi, sehingga meningkatkan kinerja dan masa siklus baterai.
Proyek ini tidak hanya mengembangkan baterai dan paket baterai berkapasitas tinggi tetapi juga secara signifikan meningkatkan keamanan dan stabilitas siklus. Sebuah jalur produksi percontohan kini telah selesai dan mulai beroperasi, dengan teknologi terkait yang telah diterapkan pada tiga mikro drone domestik.

![[SMM Ringkasan Rapat Pagi Kobalt-Litium] Bahan Kimia Litium Konsolidasi dan Divergen, Tarik-Menarik Pasokan-Permintaan Rantai Industri Meningkat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/tKgKv20251217171725.png)
![[SMM Rangkuman Rapat Pagi Kobalt] Permintaan Musim Puncak Tidak Sesuai Harapan, Persaingan Rantai Industri Terus Meningkat](https://imgqn.smm.cn/usercenter/eGQFu20251217171723.jpeg)
