Chile Izinkan Codelco Tahan Seluruh Laba 2025 US$2,42 Miliar saat Produksi Tembaga Terhambat
Menurut laporan media asing, pemerintah Chili akan mengizinkan produsen tembaga milik negara Codelco untuk menginvestasikan kembali 100% labanya tahun 2025, yang berjumlah sekitar US$2,42 miliar, menandai pertama kalinya perusahaan tersebut diizinkan menahan seluruh laba tahunannya sejak didirikan pada tahun 1976.
Keputusan ini memberikan kapasitas keuangan tambahan bagi Codelco saat berupaya menstabilkan produksi tembaga sambil menjalankan beberapa proyek padat modal yang bertujuan memperpanjang umur operasi tambang-tambangnya yang menua. Perusahaan telah mengakumulasi lebih dari US$20 miliar utang, meningkatkan tekanan pada neraca keuangannya seiring kebutuhan investasi yang tetap tinggi. Dalam beberapa tahun terakhir, Codelco biasanya diizinkan menahan sekitar 30% labanya, dengan sebagian besar diserahkan kepada pemerintah Chili.
Dukungan keuangan ini muncul di tengah melemahnya produksi tembaga Codelco yang berkepanjangan. Setelah peninjauan internal, perusahaan merevisi produksinya untuk tahun 2025 menjadi 1,308 juta ton, hampir 27.000 ton di bawah perkiraan sebelumnya. Angka revisi tersebut merupakan produksi tahunan terendah Codelco dalam hampir tiga dekade dan sekitar 19% di bawah produksinya pada tahun 2021.
Pimpinan baru Codelco mengindikasikan bahwa peningkatan profitabilitas dan pelaksanaan proyek akan diprioritaskan di atas pencapaian target produksi yang agresif. Laba yang ditahan ini diharapkan memberikan fleksibilitas lebih besar untuk membiayai program investasi perusahaan secara internal, yang berpotensi mengurangi ketergantungannya pada pinjaman tambahan sambil berupaya meningkatkan kinerja operasional.
Dari perspektif pasar tembaga, kemampuan Codelco untuk menstabilkan dan pada akhirnya memulihkan produksi tetap signifikan mengingat perusahaan tersebut menyumbang sekitar 5% pasokan tembaga global. Mengizinkan perusahaan tambang ini menahan seluruh labanya tahun 2025 memperkuat kapasitasnya untuk mendanai proyek pembaruan tambang, tetapi dampaknya pada pasokan tembaga di masa depan pada akhirnya akan bergantung pada apakah modal tambahan tersebut menghasilkan pelaksanaan proyek yang lebih baik dan pemulihan produksi yang berkelanjutan.