Overseas Banking Meltdown Sends Nickel Prices into a Nosedive

Telah Terbit: Mar 20, 2023 09:32
Sumber: SMM
Last week, overseas banking crisis aroused panic in the market and sent nickel prices into a nosedive.

SHANGHAI, Mar 20 (SMM) - Last week, overseas banking crisis aroused panic in the market and sent nickel prices into a nosedive. In detail, the US Fed's rate hikes resulted in liquidity risks in banks. On March 11, the Silicon Valley Bank collapsed suddenly. The US Treasury Department stated on the evening of March 13 that it would address the crisis. On March 15, Credit Suisse also crashed due to liquidity risks. The Swiss National Bank later claimed to provide liquidity support to Credit Suisse. The banking meltdown led to panic in the financial market, and risky assets such as stocks and futures were sold off. Meanwhile, prices of precious metals and other investment products with a value-preserving function rebounded. According to CME Fed Watch Tool, the probability that the US Fed will continue to raise interest rates at the March meeting is less than 50%, and the chance that interest rates will stay unchanged is 59.4%. The probability of a rate hike of 25 basis points is 40.6%, while that of a 50-basis point hike remains at 0%. On the supply side, SHFE nickel once reached a new low last week. The spot premiums bottomed out, while the quotes remained low. NPI quotations temporarily stabilised. Some traders held their prices firm. On the demand side, according to SMM research, the spot stainless steel was quoted at highs, which failed to boost market trading. The agents were less willing to pick up cargoes and mainly focused on shipping the high-priced goods that were stored previously. Alloy manufacturers with poor orders in their hands purchased pure nickel on rigid demand. To sum up, the pure nickel sector faced weak supply and demand, and the risky assets were sold off amid the banking crisis in Europe and the US, weighing on nickel prices. The market shall not be overly pessimistic about the nickel prices since the pure nickel stocks stand low and that the US Fed is less likely to raise the interest rates sharply at March meeting.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
12 jam yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Baca Selengkapnya
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Peristiwa El Niño 2026 terus menguat, dengan pemantauan iklim internasional menunjukkan bahwa ini bisa menjadi salah satu peristiwa El Niño terkuat yang pernah tercatat. Indonesia sudah mengalami panas dan kondisi kering yang signifikan, dengan El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September. Menurut SMM, kekurangan air saat ini di IMIP terutama memengaruhi produksi baja karbon, sementara produksi nikel belum terdampak. Namun, jika cuaca kering dan kekurangan air terus berlanjut, tekanan lebih lanjut pada pasokan air industri dapat meningkatkan risiko pengurangan produksi nikel.
12 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
14 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 2 September 2026
14 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
14 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Dari sisi harga, pekan ini menandai minggu pertama siklus penetapan harga HMA untuk paruh pertama September, dengan HMA berada di 16.733,33 dolar AS per ton. Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia disesuaikan untuk ketiga kadar: • Ni 1,3%: harga rata-rata CIF $30/wmt • Ni 1,4%: harga rata-rata CIF $52,8/wmt • Ni 1,5%: harga rata-rata CIF $59,2/wmt ________________________________________ Pembaruan Kebijakan Indonesia & DSI ICOMEX — 2 September 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih berada dalam masa tunggu, dengan pasar memantau secara ketat persetujuan RKAB lebih lanjut dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, DSI terus mengembangkan ICOMEX, platform digitalnya untuk memantau dan mengatur ekspor mineral dan komoditas strategis. Platform ini diharapkan secara bertahap mengintegrasikan data utama terkait ekspor, termasuk kontrak, harga, kadar bijih, kode HS, kapal, tujuan, dan informasi penyelesaian. Pengembangan ICOMEX diharapkan dapat meningkatkan transparansi data ekspor, pengawasan regulasi, dan pemantauan harga, sekaligus memberikan pandangan yang lebih menyeluruh kepada pemerintah mengenai arus ekspor mineral. Kondisi cuaca di wilayah-wilayah penghasil nikel utama secara umum masih terkendali, meskipun hujan lebat setempat masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada penambangan dan logistik. Pasar juga menantikan potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, terutama perlakuan logam ikutan dan faktor koreksi, dapat memengaruhi harga limonit dan keekonomian bahan baku HPAL. Secara keseluruhan, pasar tetap berhati-hati, dengan persetujuan RKAB, pengembangan ICOMEX, kondisi cuaca, dan potensi revisi HPM limonit menjadi faktor-faktor utama yang perlu dicermati dalam waktu dekat.
14 jam yang lalu