28 US Democrats want to set up $85 billion for electric vehicle charging infrastructure

Telah Terbit: Aug 10, 2021 17:24
[28 US Democrats hope to set up $85 billion for electric vehicle charging infrastructure] according to foreign media reports, a group of 28 US House Democrats asked congressional leaders to provide 85 billion US dollars to build electric vehicle charging infrastructure. This amount greatly exceeds the amount required by a bill previously submitted to Congress.

A panel of 28 House Democrats asked congressional leaders to provide $85 billion to build an electric vehicle charging infrastructure, according to foreign media reports. This amount greatly exceeds the amount required by a bill previously submitted to Congress.

At present, both parties in the United States are considering a $1 trillion infrastructure bill, of which $7.5 billion will be spent on electric vehicle charging infrastructure, but Democrats plan to add additional funding to another measure, which could cost as much as $3.5 trillion.

The 28 lawmakers, led by Congressmen Debbie Dingell and Yvette Clarke, said in a letter that the increase in funding "will help increase the electricity availability of utilities, thereby enabling rapid recharging, increasing the supply of renewable energy and increasing the resilience of Electroweb in the face of climate change."

In March, US President Joe Biden (Joe Biden) called for a total of $174 billion to be spent on electric vehicles, including $100 billion in consumer stimulus and $15 billion in construction of charging stations. The United States plans to build 500000 new charging stations for electric vehicles.

Lawmakers, including Peter DeFazio, chairman of the House Transport Committee, said: "if a large number of consumers accept zero-emission cars to avoid climate disasters, then it is critical that the federal government invest in the rapid and massive construction of electric vehicle charging infrastructure."

In a summary of the $3.5 trillion bill released on Aug. 9, Senate Democrats plan to allocate funds to electrify federal fleets, including USPS vehicles.

Last week, Biden signed an executive order setting a new target that 50% of new car sales in the United States will come from electric cars by 2030, a move supported by large American car companies. A number of local and foreign car companies have said that billions of dollars will be needed to achieve this goal.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Narasi Defisit Pasokan Terus Menguat, Premi Tembaga CIF China Melonjak ke Tertinggi Baru Tahunan [SMM Analysis]
1 jam yang lalu
Narasi Defisit Pasokan Terus Menguat, Premi Tembaga CIF China Melonjak ke Tertinggi Baru Tahunan [SMM Analysis]
Baca Selengkapnya
Narasi Defisit Pasokan Terus Menguat, Premi Tembaga CIF China Melonjak ke Tertinggi Baru Tahunan [SMM Analysis]
Narasi Defisit Pasokan Terus Menguat, Premi Tembaga CIF China Melonjak ke Tertinggi Baru Tahunan [SMM Analysis]
Analisis SMM: Sejak akhir Juni, premi tembaga cif China terus meningkat. Premi spot untuk tembaga terdaftar yang tiba di pelabuhan China dari akhir Juli hingga Agustus baru-baru ini menembus tiga digit, terus mencatat rekor tertinggi tahunan...
1 jam yang lalu
Transaksi Spot Konsentrat Tembaga Impor Meningkat, TCs Terus Memburuk [SMM Tinjauan Mingguan Spot Konsentrat Tembaga]
2 jam yang lalu
Transaksi Spot Konsentrat Tembaga Impor Meningkat, TCs Terus Memburuk [SMM Tinjauan Mingguan Spot Konsentrat Tembaga]
Baca Selengkapnya
Transaksi Spot Konsentrat Tembaga Impor Meningkat, TCs Terus Memburuk [SMM Tinjauan Mingguan Spot Konsentrat Tembaga]
Transaksi Spot Konsentrat Tembaga Impor Meningkat, TCs Terus Memburuk [SMM Tinjauan Mingguan Spot Konsentrat Tembaga]
2 jam yang lalu
Selisih Harga Antara Katoda Tembaga dan Skrap Tembaga Melebar Lebih dari 2.000 Yuan, Memicu Pembelian Arbitrase Mendominasi Transaksi [Analisis SMM]
3 jam yang lalu
Selisih Harga Antara Katoda Tembaga dan Skrap Tembaga Melebar Lebih dari 2.000 Yuan, Memicu Pembelian Arbitrase Mendominasi Transaksi [Analisis SMM]
Baca Selengkapnya
Selisih Harga Antara Katoda Tembaga dan Skrap Tembaga Melebar Lebih dari 2.000 Yuan, Memicu Pembelian Arbitrase Mendominasi Transaksi [Analisis SMM]
Selisih Harga Antara Katoda Tembaga dan Skrap Tembaga Melebar Lebih dari 2.000 Yuan, Memicu Pembelian Arbitrase Mendominasi Transaksi [Analisis SMM]
[Analisis SMM: Selisih Harga Antara Katoda Tembaga dan Scrap Tembaga Melebar Lebih dari 2.000 Yuan, Mendorong Dominasi Pengadaan Berbasis Lindung Nilai] Minggu ini (13–16 Juli), pasar scrap tembaga beroperasi dalam tiga kerangka: koreksi setelah lonjakan harga tembaga, kendala kepatuhan dari faktur balik yang berkelanjutan, serta musim sepi suhu tinggi yang kian menguat. Kontrak tembaga SHFE yang paling aktif melonjak ke 105.020 yuan/mt di pertengahan pekan, mencatat kenaikan nyaris 2.000 yuan/mt sepanjang minggu dibanding awal pekan. Namun, scrap tembaga ditopang oleh biaya kepatuhan dan pemasok yang bertahan pada harga, sehingga fluktuasi harga sepanjang pekan kurang dari 1.000 yuan/mt. Selisih harga antara katoda tembaga dan scrap tembaga melebar dari 2.445 yuan/mt di awal pekan menjadi 3.923 yuan/mt, meningkat lebih dari 2.200 yuan/mt secara mingguan, sepenuhnya didorong oleh kenaikan sepihak harga katoda tembaga. Ketahanan scrap tembaga itu sendiri menjadi ciri utama sisi pasokan pekan ini, yang secara langsung memunculkan permintaan pengadaan berbasis lindung nilai dari perusahaan batang tembaga sekunder.
3 jam yang lalu
28 US Democrats want to set up $85 billion for electric vehicle charging infrastructure - Shanghai Metals Market (SMM)