China’s new copper and aluminium scrap standards yet to be implemented

Telah Terbit: Jul 2, 2020 16:20
The long-anticipated new standards for high-grade copper scrap and aluminium scrap metal—due to come into force on July 1–has yet to be implemented at China’s customs, as the procedure for importing material under these standards has not been finalised, SMM learned from several traders, fabricators and smelters.

SHANGHAI, Jul 2 (SMM) – The long-anticipated new standards for high-grade copper scrap and aluminium scrap metal—due to come into force on July 1–has yet to be implemented at China’s customs, as the procedure for importing material under these standards has not been finalised, SMM learned from several traders, fabricators and smelters.

 

That leaves the country’s imports of such materials under the restriction of the quota scheme, which would remain in place until the end of 2020.

 

China plans to cut imports of solid waste to zero by the end of this year, but published the new standards for high-grade copper scrap and aluminium scrap metal in January to indicate what material will still be allowed into the country after then.

 

High-grade copper and aluminium scrap meeting the new standards will be classed as a resource rather than waste.

 

SMM learned from several large fabricators and smelters who have been importing aluminium scrap for a long time that import quotas for aluminium scrap for the third quarter will be barely changed with those for the second quarter.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
40 Kapal Tanker Mengangkut 16 Juta Barel Minyak Mentah Melalui Selat Hormuz
13 jam yang lalu
40 Kapal Tanker Mengangkut 16 Juta Barel Minyak Mentah Melalui Selat Hormuz
Baca Selengkapnya
40 Kapal Tanker Mengangkut 16 Juta Barel Minyak Mentah Melalui Selat Hormuz
40 Kapal Tanker Mengangkut 16 Juta Barel Minyak Mentah Melalui Selat Hormuz
Menurut media AS Axios yang mengutip tiga pejabat AS pada tanggal 22, pada malam tanggal 21, sekitar 40 kapal tanker minyak melewati jalur selatan Selat Hormuz, mengirimkan sekitar 16 juta barel minyak mentah.
13 jam yang lalu
AS Mengenakan Tarif 50% pada Barang Kanada; Kanada Menangguhkan Perundingan Dagang dan Membalas dengan Tarif Setara
13 jam yang lalu
AS Mengenakan Tarif 50% pada Barang Kanada; Kanada Menangguhkan Perundingan Dagang dan Membalas dengan Tarif Setara
Baca Selengkapnya
AS Mengenakan Tarif 50% pada Barang Kanada; Kanada Menangguhkan Perundingan Dagang dan Membalas dengan Tarif Setara
AS Mengenakan Tarif 50% pada Barang Kanada; Kanada Menangguhkan Perundingan Dagang dan Membalas dengan Tarif Setara
Menurut berita terbaru, langkah AS untuk memberlakukan tarif tambahan sebesar 50% pada barang-barang tertentu dari Kanada mulai berlaku pada pukul 00.01 ET tanggal 22 Agustus. Pada tengah malam tanggal 21 Agustus waktu setempat, Perdana Menteri Kanada Carney menyatakan bahwa ia telah memutuskan untuk menangguhkan negosiasi perdagangan dengan AS. Carney mengatakan bahwa sementara AS memberlakukan tarif 50% pada barang Kanada, Kanada akan memberlakukan tarif yang setara.
13 jam yang lalu
Trump Membahas Pasar Obligasi AS, Iran, dan Pembicaraan Perdagangan Amerika Utara
13 jam yang lalu
Trump Membahas Pasar Obligasi AS, Iran, dan Pembicaraan Perdagangan Amerika Utara
Baca Selengkapnya
Trump Membahas Pasar Obligasi AS, Iran, dan Pembicaraan Perdagangan Amerika Utara
Trump Membahas Pasar Obligasi AS, Iran, dan Pembicaraan Perdagangan Amerika Utara
Presiden AS Trump menyampaikan pernyataan tentang berbagai topik termasuk pasar obligasi AS, situasi Iran, dan perundingan perdagangan Amerika Utara. Mengenai perluasan operasi pembelian kembali obligasi jangka panjang oleh Departemen Keuangan AS baru-baru ini, Trump menyatakan bahwa ia tidak memerintahkan Menteri Keuangan Bessent untuk campur tangan di pasar obligasi AS, menambahkan bahwa Bessent memutuskan bertindak sendiri, dan mengklaim bahwa pertumbuhan ekonomi AS secara alami akan menyelesaikan masalah utang negara. Mengenai masalah Iran, Trump mengatakan bahwa AS telah "sepenuhnya mengendalikan seluruh kawasan" dan Iran "bisa" mencapai kesepakatan dengan AS, tetapi "belum siap" untuk melakukannya. Merujuk pada Perjanjian AS-Meksiko-Kanada (USMCA), Trump berkomentar bahwa AS "seharusnya bisa mencapai kesepakatan dengan Kanada," yang "berjalan dengan baik," dan bahwa AS juga telah memulai perjanjian baru dengan Meksiko.
13 jam yang lalu