Environmental upgrading, maintenance keeps Apr alumina output below expectations

Telah Terbit: May 8, 2019 15:33
Daily alumina output averaged 194,000 mt in Apr, flat from March

SHANGHAI, May 8 (SMM) – China's production of metallurgical-grade alumina in April expanded 0.1% on the year to 5.81 million mt, but failed to meet SMM expectations as environmental upgrading, maintenance, and losses affected the release of capacity, an SMM survey showed on Wednesday May 8.  

Daily alumina output averaged 194,000 mt in April, flat from March. This kept output in January-April 5.71% higher on the year, to stand at 23.59 million mt. About 70.64 million mt of capacity on an annualised basis were in operation last month. 

In April, equipment upgrading for environmental standards affected production at Shandong Weiqiao. Product quality at Bosai Group’s Nanchuan Shuijiang refinery remained unstable, and this dragged on output. East Hope (Sanmenxia) Aluminium lowered its operating capacity to 2.1 million mt, and losses drove Chinalco Mining to cut output by 1 million mt. SMM also learned that Shanxi Fusheng and Inner Mongolia Xinwang suspended part of their capacity for maintenance. 

Resumption from environmental upgrading and a potential rebound in capacity at Shanxi Huaxing is expected to bolster the average daily alumina output by 5,000 mt from April, to 199,000 mt in May. This is estimated to yield output of 6.17 million mt for the month, up 1.86% from May 2018.

Guangxi Xinfa closed one more production line, with a capacity of 600,000 mt, in May, and this will keep its operating capacity between 1.8-1.9 million mt. 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
12 jam yang lalu
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
Baca Selengkapnya
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
[SMM Berita Kilat Aluminium] Menurut sumber, permukaan air di Indonesia rendah dan telah memengaruhi pengiriman beberapa tambang bauksit domestik, yang dapat menyebabkan gangguan pada produksi alumina jika situasi tidak membaik. Hingga saat ini, situasi masih berlanjut dan diperkirakan akan terus berlangsung tanpa batas waktu.
12 jam yang lalu
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
13 jam yang lalu
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
Baca Selengkapnya
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
New Delhi dan Moskow berupaya memperluas kerja sama dari eksplorasi mineral hingga material canggih.
13 jam yang lalu
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
14 jam yang lalu
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
Kebijakan skrap aluminium Uni Eropa bergeser dari bea ekspor menuju kontrol lingkungan berbasis WSR. Aturan yang lebih ketat dapat menahan lebih banyak skrap di Eropa, tetapi penyerapannya akan bergantung pada kompatibilitas bahan baku, kapasitas pemrosesan, dan permintaan. Perdagangan juga dapat bergeser dari ekspor skrap langsung menuju daur ulang regional serta ekspor ingot remelting, billet daur ulang, dan paduan sekunder, mendorong pembeli Asia untuk menilai kembali sumber dan pemrosesan.
14 jam yang lalu