Compete For Guinea Bauxite: Whose “Cheese” Did Weiqiao Group Move?

Telah Terbit: May 26, 2017 10:25
Shandong Weiqiao Pioneering Group, also known as Weiqiao Group, got into trouble earlier as its shares were suspected of being sold short by European and US institutions.

SHANGHAI, May 26 (SMM) –Shandong Weiqiao Pioneering Group, also known as Weiqiao Group, got into trouble earlier as its shares were suspected of being sold short by European and US institutions. It was believed by some that this is because Weiqiao Group moved Alcoa and Rio Tinto’s “cheese” – bauxite in Guinea.   

Guinea’s bauxite exports were not high before Weiqiao Group set foot into this country. Bauxite exports from Guinea skyrocketed from 300,000 tonnes in 2015 to current 11.9 million tonnes, up about 40 folds, much of which was contributed by Weiqiao Group. 

IAI: Global Aluminum Output Slides in April

Bauxite exports from Guinea will probably hit 60 million tonnes by 2020 along with Alcoa’s expansion project and commissioning of projects by Emirates Aluminium, Rusal, etc. in Guinea. 

Chalco Hikes Aluminum Prices Significantly across Major Markets on May 26

The fight for the aluminum smelting ingredient in Guinea is inevitable, MiningSink predicts.  

The article is edited by SMM and is provided for information purpose only. SMM assumes no liability and does not warrant the accuracy, reliability or completeness of information contained or quoted in the article, either express or implied. SMM further disclaims any liability for losses in connection with the information contained or quoted in the article.

For news cooperation, please contact us by email: sallyzhang@smm.cn or service.en@smm.cn.


 

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
40 menit yang lalu
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
Baca Selengkapnya
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
Rendahnya Permukaan Air di Indonesia Mengganggu Pengiriman Bauksit, Mengancam Produksi Alumina
[SMM Berita Kilat Aluminium] Menurut sumber, permukaan air di Indonesia rendah dan telah memengaruhi pengiriman beberapa tambang bauksit domestik, yang dapat menyebabkan gangguan pada produksi alumina jika situasi tidak membaik. Hingga saat ini, situasi masih berlanjut dan diperkirakan akan terus berlangsung tanpa batas waktu.
40 menit yang lalu
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
1 jam yang lalu
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
Baca Selengkapnya
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
India dan Rusia Menjajaki Kemitraan Pertambangan dan Mineral Kritis yang Diperluas
New Delhi dan Moskow berupaya memperluas kerja sama dari eksplorasi mineral hingga material canggih.
1 jam yang lalu
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
2 jam yang lalu
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
[SMM Analysis] Dari Ekspor Skrap ke Produk Aluminium Daur Ulang: Bagaimana Aturan Limbah UE Dapat Membentuk Ulang Perdagangan?
Kebijakan skrap aluminium Uni Eropa bergeser dari bea ekspor menuju kontrol lingkungan berbasis WSR. Aturan yang lebih ketat dapat menahan lebih banyak skrap di Eropa, tetapi penyerapannya akan bergantung pada kompatibilitas bahan baku, kapasitas pemrosesan, dan permintaan. Perdagangan juga dapat bergeser dari ekspor skrap langsung menuju daur ulang regional serta ekspor ingot remelting, billet daur ulang, dan paduan sekunder, mendorong pembeli Asia untuk menilai kembali sumber dan pemrosesan.
2 jam yang lalu