Indonesia Dorong Industri Tanah Jarang Terpadu, Tingkatkan Pengembangan Hilir dan Daya Saing Nasional

Telah Terbit: Jul 30, 2026 16:39
[SMM Rare Earth Express] Duduun Abdurrahman, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Indonesia, menyatakan bahwa Indonesia akan mendorong pembentukan ekosistem industri tanah jarang terintegrasi, mempercepat hilirisasi mineral kritis, serta meningkatkan daya saing industri nasional dan ketahanan rantai pasok. Abdurrahman menjelaskan, Indonesia memiliki sekitar 350.000 metrik ton cadangan oksida tanah jarang, namun nilai tambah sumber daya tersebut belum sepenuhnya terbebaskan. Ke depan, negara akan memperkuat pengembangan segmen bernilai tambah tinggi seperti pemisahan tanah jarang, pemurnian, dan material magnet permanen, serta mendorong aplikasi tanah jarang di industri strategis termasuk semikonduktor, NEVs, baterai, energi terbarukan, dan pertahanan nasional. Sementara itu, pemerintah akan menyempurnakan kebijakan hilirisasi tanah jarang, mengatasi isu terkait teknologi, regulasi, dan ketertelusuran rantai pasok, mengurangi ekspor bahan baku bernilai tambah rendah, dan meningkatkan daya saing global.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
China Rare Earth Group Reviews H1 Innovation, Outlines H2 Strategy at 2026 Mid-Year Meeting
5 menit yang lalu
China Rare Earth Group Reviews H1 Innovation, Outlines H2 Strategy at 2026 Mid-Year Meeting
Baca Selengkapnya
China Rare Earth Group Reviews H1 Innovation, Outlines H2 Strategy at 2026 Mid-Year Meeting
China Rare Earth Group Reviews H1 Innovation, Outlines H2 Strategy at 2026 Mid-Year Meeting
On July 28, China Rare Earth Group held its 2026 mid-year science and technology work meeting at headquarters, systematically summarizing H1 scientific and technological innovation work and comprehensively deploying key tasks for H2. The meeting noted that the Group's scientific and technological innovation work made steady progress in H1, closely focused on the core mission of serving national strategic security, and achieved positive progress in areas such as research system construction, key technology breakthroughs, innovation platform establishment, and key project layout. The innovation landscape shifted from "a single flower blooming" to "a hundred flowers in full bloom."
5 menit yang lalu
Hangzhou Menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Logam Tanah Jarang Baotou untuk Mendorong Pertumbuhan Industri dan Talenta
7 menit yang lalu
Hangzhou Menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Logam Tanah Jarang Baotou untuk Mendorong Pertumbuhan Industri dan Talenta
Baca Selengkapnya
Hangzhou Menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Logam Tanah Jarang Baotou untuk Mendorong Pertumbuhan Industri dan Talenta
Hangzhou Menyelenggarakan Kompetisi Inovasi Logam Tanah Jarang Baotou untuk Mendorong Pertumbuhan Industri dan Talenta
Pada 24 Juli, kompetisi sub-wilayah Hangzhou dari ajang “Tanah Jarang Memimpin Masa Depan, Inovasi Menang di Lucheng” Kompetisi Inovasi dan Kewirausahaan Industri Masa Depan Tanah Jarang Baotou diselenggarakan. Kompetisi ini digagas oleh Pemerintah Kota Baotou dan diselenggarakan oleh Kantor Kelompok Kerja Bidang Talenta di Bawah Komite Partai Kota, Biro Sains dan Teknologi Kota, Komite Administratif Zona Pengembangan Industri Teknologi Tinggi Tanah Jarang, serta unit lainnya, dengan tujuan menjaring talenta dan mendorong inovasi melalui kompetisi serta mewujudkan integrasi mendalam antara industri tanah jarang Baotong dengan sumber daya sains dan inovasi Delta Sungai Yangtze. Kompetisi ini menarik banyak universitas dan lembaga riset, tim inovasi, serta perusahaan teknologi dari Delta Sungai Yangtze, Kawasan Teluk Besar Guangdong-Hong Kong-Makau, Beijing, dan wilayah lainnya untuk bersaing di panggung yang sama.
7 menit yang lalu
China Memimpin di Bidang Logam Tanah Jarang, Bertujuan Mewujudkan Sinergi "Logam Tanah Jarang + Baja" untuk Mendorong Efisiensi Industri
8 menit yang lalu
China Memimpin di Bidang Logam Tanah Jarang, Bertujuan Mewujudkan Sinergi "Logam Tanah Jarang + Baja" untuk Mendorong Efisiensi Industri
Baca Selengkapnya
China Memimpin di Bidang Logam Tanah Jarang, Bertujuan Mewujudkan Sinergi "Logam Tanah Jarang + Baja" untuk Mendorong Efisiensi Industri
China Memimpin di Bidang Logam Tanah Jarang, Bertujuan Mewujudkan Sinergi "Logam Tanah Jarang + Baja" untuk Mendorong Efisiensi Industri
Li Yiren, Wakil Presiden Asosiasi Besi dan Baja Tiongkok (CISA) dan Presiden Sub-Dewan Industri Metalurgi Dewan Promosi Perdagangan Internasional Tiongkok (CCPIT), memperkenalkan bahwa Tiongkok memimpin dunia dalam cadangan logam tanah jarang, kapasitas produksi, serta teknologi pemisahan dan pemurnian. Penerapan unsur logam tanah jarang berkelimpahan tinggi seperti lantanum dan serium pada material baja tidak hanya dapat mendiversifikasi dan memanfaatkan secara efisien sumber daya logam tanah jarang unggulan Tiongkok, tetapi juga mendorong transformasi dan peningkatan industri baja, mewujudkan tujuan pengembangan sinergis “logam tanah jarang + baja” demi peningkatan efisiensi.
8 menit yang lalu