Data yang dirilis oleh platform kueri daring untuk statistik bea cukai menunjukkan bahwa impor timah olahan China pada Februari 2026 mencapai 2.168,2 mt, naik 96,91% dibanding bulan sebelumnya dan 16,02% dibanding tahun sebelumnya.
Indonesia merupakan sumber impor terbesar, dengan impor timah olahan dari Indonesia mencapai 1.509,98 mt pada bulan tersebut, naik 146,01% dibanding bulan sebelumnya dan 38,11% dibanding tahun sebelumnya.
Peru merupakan sumber impor terbesar kedua, dengan impor timah olahan dari Peru sebesar 349,87 mt pada bulan tersebut, naik 229,61% dibanding bulan sebelumnya dan turun 50,06% dibanding tahun sebelumnya.
Berikut rincian data impor timah olahan China untuk Februari 2026, yang disusun berdasarkan data dari situs resmi Administrasi Umum Bea Cukai China:

Sumber: Administrasi Umum Bea Cukai
Catatan: 1. Timah olahan mencakup timah bukan paduan tidak ditempa (timah olahan).
2. Total impor keseluruhan juga mencakup data untuk beberapa asal yang tidak tercantum dalam tabel di atas.
(Wenhua Composite)
![[SMM Kilasan Timah: Pada Agustus, volume perdagangan ingot timah di dua bursa utama Indonesia totalnya 3.610 mt]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/nBLhE20251217171750.jpg)
![[SMM Kilasan Timah: Xingye Silver&Tin: Pengumuman tentang perkembangan insiden keselamatan di anak perusahaannya dan dimulainya kembali produksi sistem benefisiasi dan tailing]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/pwiFP20251217171752.jpg)
![Semalam, timah LME turun 1,07%, timah SHFE turun 0,70%; premi geopolitik dan dolar AS yang kuat menekan harga timah [SMM Berita Pagi Timah]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/OXZgp20251217171750.jpg)
