PT Vale Indonesia (INCO) sedang merevisi rencana kerja dan anggaran (RKAB) untuk memungkinkan tambahan produksi sekitar 2 juta ton bijih nikel saprolit kelas tinggi di blok Bahodopi, Sulawesi Tengah. Langkah ini mendukung transisi perusahaan dari hanya menjual matte nikel (produk setengah jadi) menjadi juga menjual bijih mentah, sejalan dengan rencananya untuk memperluas penjualan saprolit mulai awal 2025. Karena pemadaman tungku yang tidak terduga, perusahaan juga telah memajukan pemeliharaan yang direncanakan dari kuartal III menjadi kuartal I 2025. Operasi di blok Bahodopi diperkirakan akan dimulai pada akhir kuartal II atau awal kuartal III 2025.
Sejauh ini, perusahaan telah menjual sekitar 80.000 ton saprolit kepada pembeli domestik, sekitar 28% dari kuota 290.000 ton yang disetujui untuk 2024. Pada kuartal I 2025, PT Vale menjual 17.096 ton matte nikel, menghasilkan pendapatan sebesar 206,5 juta dolar AS—turun dari 241,8 juta dolar AS pada kuartal sebelumnya karena volume dan harga pengiriman yang lebih rendah. Meskipun mengalami penurunan, laba bersih melonjak menjadi 21,79 juta dolar AS, naik 606,6% secara tahunan. EBITDA sedikit menurun menjadi 51,7 juta dolar AS. Pengeluaran modal untuk kuartal tersebut adalah 128,1 juta dolar AS, dan per 31 Maret, perusahaan memiliki kas dan setara kas sebesar 601,4 juta dolar AS—penurunan 11% dari 674,7 juta dolar AS pada akhir 2024.


![[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026](https://imgqn.smm.cn/usercenter/qLeLR20251217171733.jpg)
