Nickel Sulphate Price Likely To Stop Going Up Further 

Telah Terbit: Oct 16, 2023 11:21
Sumber: SMM
Nickel sulphate price increased slightly in the week ending October 12 and then stabilized.

Nickel sulphate price increased slightly in the week ending October 12 and then stabilized. Production of refined nickel using nickel sulphate has been experiencing losses due to a decrease in price differentials, resulting in a continued decline in purchasing activity for nickel sulphate. On the precursor side, the pre-holiday stock replenishment has resulted in no apparent shortage for precursor production companies, and there is a strong wait-and-see attitude after the holiday. Nickel salt smelters are still facing tight raw material supply, with low availability of spot goods. Therefore, nickel salt producers have a lower willingness to sell, and prices remain firm. Inquiries and transactions in the market decreased. From a cost perspective, the arrival of raw materials from Huafei project or other sources may alleviate supply crunch, but it has not reversed the situation, and cost support remains. In view of purchase slowdown by refined nickel smelters, rigid demand-driven purchase from precursor plants, and cost support, nickel sulphate price is expected to stabilize in the week ending October 20 with upward pressure.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
15 jam yang lalu
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Baca Selengkapnya
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
【SMM Nikel Kilat】Cuaca El Niño Meningkatkan Risiko Produksi di IMIP
Peristiwa El Niño 2026 terus menguat, dengan pemantauan iklim internasional menunjukkan bahwa ini bisa menjadi salah satu peristiwa El Niño terkuat yang pernah tercatat. Indonesia sudah mengalami panas dan kondisi kering yang signifikan, dengan El Niño diperkirakan mencapai puncaknya pada bulan September. Menurut SMM, kekurangan air saat ini di IMIP terutama memengaruhi produksi baja karbon, sementara produksi nikel belum terdampak. Namun, jika cuaca kering dan kekurangan air terus berlanjut, tekanan lebih lanjut pada pasokan air industri dapat meningkatkan risiko pengurangan produksi nikel.
15 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
17 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (02 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan nonbesi di SHFE dan DCE pada 2 September 2026
17 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
17 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
[SMM Berita Kilat Nikel] Pembaruan Harian — 2 September 2026
Dari sisi harga, pekan ini menandai minggu pertama siklus penetapan harga HMA untuk paruh pertama September, dengan HMA berada di 16.733,33 dolar AS per ton. Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia disesuaikan untuk ketiga kadar: • Ni 1,3%: harga rata-rata CIF $30/wmt • Ni 1,4%: harga rata-rata CIF $52,8/wmt • Ni 1,5%: harga rata-rata CIF $59,2/wmt ________________________________________ Pembaruan Kebijakan Indonesia & DSI ICOMEX — 2 September 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih berada dalam masa tunggu, dengan pasar memantau secara ketat persetujuan RKAB lebih lanjut dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, DSI terus mengembangkan ICOMEX, platform digitalnya untuk memantau dan mengatur ekspor mineral dan komoditas strategis. Platform ini diharapkan secara bertahap mengintegrasikan data utama terkait ekspor, termasuk kontrak, harga, kadar bijih, kode HS, kapal, tujuan, dan informasi penyelesaian. Pengembangan ICOMEX diharapkan dapat meningkatkan transparansi data ekspor, pengawasan regulasi, dan pemantauan harga, sekaligus memberikan pandangan yang lebih menyeluruh kepada pemerintah mengenai arus ekspor mineral. Kondisi cuaca di wilayah-wilayah penghasil nikel utama secara umum masih terkendali, meskipun hujan lebat setempat masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada penambangan dan logistik. Pasar juga menantikan potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, terutama perlakuan logam ikutan dan faktor koreksi, dapat memengaruhi harga limonit dan keekonomian bahan baku HPAL. Secara keseluruhan, pasar tetap berhati-hati, dengan persetujuan RKAB, pengembangan ICOMEX, kondisi cuaca, dan potensi revisi HPM limonit menjadi faktor-faktor utama yang perlu dicermati dalam waktu dekat.
17 jam yang lalu