Perusahaan tambang batu bara milik negara Indonesia, PT Bukit Asam (PTBA), mencatat produksi batu bara sebesar 34,41 juta ton pada sembilan bulan pertama tahun 2026, turun 4% secara tahunan dari 35,90 juta ton. Penurunan ini terutama disebabkan oleh curah hujan tinggi pada kuartal pertama yang mengganggu aktivitas penambangan. Produksi pulih pada kuartal ketiga, mencapai rekor tertinggi kuartalan sebesar 14,96 juta ton, naik 17% secara kuartalan.
Penjualan batu bara turun 4% secara tahunan menjadi 32,23 juta ton pada 9M26, sementara harga jual rata-rata (ASP) naik sekitar 11%, didukung oleh harga batu bara yang lebih tinggi dan perbaikan harga ekspor. PTBA memperkirakan penjualan setahun penuh sekitar 48 juta ton, di bawah target awal sebesar 50 juta ton, akibat gangguan cuaca dan logistik. Kuota produksi RKAB 2026 ditetapkan sebesar 53,2 juta ton.
![[SMM Kilas Batu Bara] BIC Amankan US$1,58 Miliar untuk Proyek PLTU 1.050 MW di Batam](https://imgqn.smm.cn/usercenter/GGaSo20251217171716.jpg)
![[SMM Kilasan Batu Bara] Gangguan Pasokan Batu Bara Merugikan SIG 1,7 Juta Ton Potensi Produksi Semen](https://imgqn.smm.cn/usercenter/SduBz20251217171716.jpg)
