Permintaan batu bara Indonesia untuk pembangkit listrik diproyeksikan mencapai 173,83 juta ton pada 2027, terdiri dari sekitar 89 juta ton batu bara kalori menengah dan 76 juta ton batu bara kalori rendah, menurut PLN Energi Primer Indonesia. Kebutuhan batu bara Grup PLN diperkirakan sebesar 83,84 juta ton, sementara produsen listrik swasta membutuhkan sekitar 75,99 juta ton.
Sebagian besar pembangkit listrik Indonesia dirancang untuk menggunakan batu bara kalori menengah, sedangkan cadangan batu bara domestik didominasi oleh batu bara kalori rendah, sehingga terjadi ketidaksesuaian pasokan. PLN EPI sedang mempertimbangkan peningkatan fasilitas pembangkit listrik agar dapat menggunakan batu bara berkalori lebih rendah, meskipun prosesnya memerlukan investasi dan waktu yang signifikan.
![[SMM Kilas Batu Bara] India Targetkan Tiga Kali Lipat Stok Batu Bara Pembangkit Listrik Menjadi 55 Juta Ton pada Maret 2027](https://imgqn.smm.cn/usercenter/GGaSo20251217171716.jpg)
![[SMM Kilasan Batu Bara] Gangguan Pasokan Batu Bara Merugikan SIG 1,7 Juta Ton Potensi Produksi Semen](https://imgqn.smm.cn/usercenter/SduBz20251217171716.jpg)
![[SMM Kilas Batu Bara] PTBA Berencana Mengaktifkan Kembali Tambang Ombilin, Menargetkan Produksi Batu Bara Kalori Tinggi](https://imgqn.smm.cn/usercenter/Zznfn20251217171716.jpg)
