[SMM Kilas Batu Bara] Indonesia Siapkan Insentif Pajak Baru untuk Hilirisasi Batu Bara

Telah Terbit: Oct 05, 2026 14:47 (GMT+8)
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia sedang menyiapkan skema insentif pajak baru untuk mendukung proyek hilirisasi batu bara, termasuk proyek batu bara menjadi metanol, DME, dan bahan bakar. Skema ini disesuaikan setelah penerapan pajak minimum global sebesar 15%. Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung mengatakan pemerintah dapat memberikan insentif pajak sekitar 7% dari tarif pajak penghasilan badan sebesar 22%, sehingga investor dapat memperoleh keringanan pajak dengan tetap mempertahankan tarif pajak efektif sebesar 15% di Indonesia.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
40 menit yang lalu
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
Baca Selengkapnya
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
Coal India Limited (CIL) meningkatkan pasokan batu bara sebesar 12,5% secara tahunan menjadi 61,20 juta ton pada September TA2026-27, menurut siaran pers perusahaan. Pasokan batu bara ke sektor ketenagalistrikan naik 10,63% YoY menjadi 48,90 juta ton, sementara produksi batu bara meningkat 9,18% menjadi 53,50 juta ton. Pada kuartal kedua, pasokan batu bara CIL naik 12,04% YoY menjadi 186,04 juta ton, termasuk 148,20 juta ton yang dipasok ke sektor ketenagalistrikan.
40 menit yang lalu
[SMM Coal Flash] IRESS Usulkan Kuota DMO Batu Bara Terpisah untuk Sektor Ketenagalistrikan Mulai 2027
41 menit yang lalu
[SMM Coal Flash] IRESS Usulkan Kuota DMO Batu Bara Terpisah untuk Sektor Ketenagalistrikan Mulai 2027
Baca Selengkapnya
[SMM Coal Flash] IRESS Usulkan Kuota DMO Batu Bara Terpisah untuk Sektor Ketenagalistrikan Mulai 2027
[SMM Coal Flash] IRESS Usulkan Kuota DMO Batu Bara Terpisah untuk Sektor Ketenagalistrikan Mulai 2027
Indonesia Resources Studies (IRESS) mengusulkan pemisahan kewajiban pasar domestik (DMO) batu bara untuk sektor kelistrikan dari permintaan domestik lainnya mulai 2027, dengan batu bara yang dipasok ke smelter swasta dikecualikan dari perhitungan DMO. IRESS menyatakan sekitar 70 juta ton dari target DMO 239 juta ton pada 2025 dialokasikan untuk smelter. Kelompok tersebut mengusulkan penetapan kuota DMO kelistrikan terpisah untuk setiap produsen batu bara dalam RKAB 2027, dengan kepatuhan didasarkan pada pengiriman aktual ke pembangkit listrik.
41 menit yang lalu
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
43 menit yang lalu
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
Baca Selengkapnya
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana menunjuk operator profesional untuk mengelola konsesi batu bara seluas 26.000 hektare, menurut Ketua PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz. Organisasi ini akan mengundang proposal dari kelompok masyarakat atau perusahaan dan memilih operator berdasarkan profitabilitas. Konsesi tersebut mencakup bekas area tambang yang dioperasikan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC), dalam kerangka Peraturan Pemerintah No. 25/2024.
43 menit yang lalu