[SMM Coal Flash] IRESS Usulkan Kuota DMO Batu Bara Terpisah untuk Sektor Ketenagalistrikan Mulai 2027

Telah Terbit: Oct 05, 2026 14:34 (GMT+8)
Indonesia Resources Studies (IRESS) mengusulkan pemisahan kewajiban pasar domestik (DMO) batu bara untuk sektor kelistrikan dari permintaan domestik lainnya mulai 2027, dengan batu bara yang dipasok ke smelter swasta dikecualikan dari perhitungan DMO. IRESS menyatakan sekitar 70 juta ton dari target DMO 239 juta ton pada 2025 dialokasikan untuk smelter. Kelompok tersebut mengusulkan penetapan kuota DMO kelistrikan terpisah untuk setiap produsen batu bara dalam RKAB 2027, dengan kepatuhan didasarkan pada pengiriman aktual ke pembangkit listrik.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
11 menit yang lalu
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
Baca Selengkapnya
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
[SMM Kilas Batu Bara] Coal India Menaikkan Pasokan Batu Bara September 12,5% YoY
Coal India Limited (CIL) meningkatkan pasokan batu bara sebesar 12,5% secara tahunan menjadi 61,20 juta ton pada September TA2026-27, menurut siaran pers perusahaan. Pasokan batu bara ke sektor ketenagalistrikan naik 10,63% YoY menjadi 48,90 juta ton, sementara produksi batu bara meningkat 9,18% menjadi 53,50 juta ton. Pada kuartal kedua, pasokan batu bara CIL naik 12,04% YoY menjadi 186,04 juta ton, termasuk 148,20 juta ton yang dipasok ke sektor ketenagalistrikan.
11 menit yang lalu
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
14 menit yang lalu
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
Baca Selengkapnya
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
[SMM Kilas Batu Bara] PBNU Akan Memilih Operator untuk Konsesi Batu Bara 26.000 Hektare
Nahdlatul Ulama (PBNU) berencana menunjuk operator profesional untuk mengelola konsesi batu bara seluas 26.000 hektare, menurut Ketua PBNU KH Abdul Hakim Mahfudz. Organisasi ini akan mengundang proposal dari kelompok masyarakat atau perusahaan dan memilih operator berdasarkan profitabilitas. Konsesi tersebut mencakup bekas area tambang yang dioperasikan oleh PT Kaltim Prima Coal (KPC), dalam kerangka Peraturan Pemerintah No. 25/2024.
14 menit yang lalu
Produksi Batu Bara Mentah BCCL Meningkat 20,7% pada September
2 jam yang lalu
Produksi Batu Bara Mentah BCCL Meningkat 20,7% pada September
Baca Selengkapnya
Produksi Batu Bara Mentah BCCL Meningkat 20,7% pada September
Produksi Batu Bara Mentah BCCL Meningkat 20,7% pada September
Bharat Coking Coal (BCCL) memproduksi 2,57 juta ton batu bara mentah pada September 2026, naik 20,7% dari 2,13 juta ton pada September 2025. Penjualan batu bara mentah tumbuh 13,7% YoY menjadi 3,15 juta ton. Produksi batu bara kokas naik 21,5% menjadi 2,49 juta ton dari 2,05 juta ton. Tambang terbuka mendorong pertumbuhan dengan output naik 24,4% menjadi 2,55 juta ton, sementara tambang bawah tanah mengalami penurunan tajam 76,6% menjadi 0,02 juta ton.
2 jam yang lalu