Dua smelter tembaga Freeport di Gresik, Indonesia, telah kembali berproduksi. PT Smelting, dengan kapasitas katoda tembaga sekitar 342.000 ton per tahun, telah kembali beroperasi normal setelah penghentian sekitar dua minggu untuk perbaikan tungku pada bulan Agustus. Sementara itu, smelter Manyar kembali menerima konsentrat pada bulan Agustus dan diperkirakan akan memproduksi katoda tembaga pada bulan September. PTFI memperkirakan total produksi katoda dari kedua smelter tersebut akan mendekati 400.000 ton tahun ini.
Seiring pulihnya produksi tembaga rafinasi Indonesia dan menyempitnya selisih harga COMEX-LME secara tajam, ketatnya pasar tembaga rafinasi di luar AS telah mereda. Spread tunai-ke-tiga-bulan LME akibatnya turun dari backwardation lebih dari US$500 per ton pada pertengahan Agustus menjadi contango sekitar US$86 per ton pada pertengahan September, menandakan pelonggaran signifikan dalam ketatnya pasokan spot langsung.
![Ketersediaan kargo pasar yang ketat mendorong premi spot lebih tinggi [SMM tembaga spot Tiongkok Selatan]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/KTLHT20251217171714.jpeg)

![Futures bergerak naik, premi tinggi membatasi perdagangan [SMM tembaga spot Tiongkok Utara]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/KytYP20251217171712.jpg)
