Kekeringan ekstrem telah menurunkan permukaan sungai di Kalimantan Timur, mengganggu operasional transportasi sejumlah produsen batu bara. Data dari badan meteorologi Indonesia menunjukkan bahwa Kalimantan Timur hampir tidak menerima curah hujan pada bulan Agustus. Untuk mencegah tongkang kandas, produsen lokal terpaksa mengurangi muatan batu bara mereka.
Seorang pejabat pelabuhan setempat mengatakan bahwa tongkang yang biasanya mampu mengangkut 7.000 ton batu bara kini dibatasi sekitar 5.500 ton, berkurang 1.500 ton atau sekitar 21,4% per perjalanan. Sebagian tongkang masih kesulitan berlayar ke hulu meski telah mengurangi muatan. Kelompok industri mencatat bahwa penurunan kapasitas angkut per perjalanan akan membutuhkan lebih banyak pelayaran dan meningkatkan biaya logistik.

![Harga Magnesium Naik Tiga Sesi Berturut-turut! Sisi Biaya Tetap "Membara" Sementara Sisi Permintaan Kesulitan Mengambil Alih [Komentar SMM]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/EutUV20251217171724.jpeg)
![[SMM Analysis] China Tidak Lagi Hanya Mengekspor Baja ke Asia Tenggara](https://imgqn.smm.cn/usercenter/FFFrV20251217171719.jpg)
