Di tengah kelebihan kapasitas dan melambatnya pertumbuhan permintaan domestik, Tiongkok telah meningkatkan ekspor baja silikon non-orientasi.
Tiongkok mengalami percepatan ekspansi kapasitas baja silikon non-orientasi dalam beberapa tahun terakhir, dengan kelebihan kapasitas yang menonjol pada produk kelas menengah ke bawah. Permintaan domestik tradisional dari peralatan rumah tangga dan motor industri mencatat pertumbuhan terbatas, sementara permintaan kelas atas yang hanya didorong oleh kendaraan energi baru tidak mampu menyerap kapasitas baru. Hal ini mengakibatkan meningkatnya tekanan untuk menyerap kapasitas tambahan dan pasokan domestik yang terus longgar. Berkat rantai industri yang lengkap, kualitas produk yang stabil, dan keunggulan biaya, baja silikon non-orientasi buatan Tiongkok semakin kompetitif secara internasional. Didorong oleh relokasi manufaktur ke Asia Tenggara, Amerika Latin, dan Asia Selatan, serta permintaan baru dari penerapan global motor efisiensi tinggi, industri ini telah lama mengandalkan ekspor untuk menyerap kapasitas surplus, dengan pengiriman luar negeri yang stabil dan rutin tetap dipertahankan.
Impor Baja Silikon Non-Orientasi: Volume Impor Juli Naik Tipis, Pasokan Masih Didominasi oleh Jepang dan Taiwan
1. Total Volume Impor
Impor baja silikon non-orientasi pada Juli mencatat penurunan tahun-ke-tahun yang nyata dan berada di bawah level yang tercatat pada bulan yang sama tahun 2025. Tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun (YoY) berubah dari positif menjadi negatif, dengan kontraksi impor yang semakin dalam. Data sumber impor kumulatif Januari–Juli 2026 menunjukkan struktur pasokan impor yang sangat terkonsentrasi. Jepang dan Taiwan tetap menjadi dua sumber teratas dengan margin yang besar, diikuti oleh Korea Selatan di posisi ketiga. Volume impor dari Swedia, Jerman, Prancis, Rusia, dan negara-negara lain tetap rendah.
Sumber data: Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok
2. Rincian Berdasarkan Lebar Produk
Untuk baja silikon non-orientasi berukuran lebar (lebar ≥ 600 mm) yang diimpor dari Januari hingga Juli 2026, pemasok utamanya adalah Jepang, Taiwan, dan Korea Selatan, jauh melampaui negara-negara lain. Jepang menempati peringkat pertama dengan 14.827 ton. Harga impor menunjukkan perbedaan yang besar: harga impor rata-rata dari Prancis dan Swedia sangat tinggi, sementara pengiriman dari Rusia memiliki harga rata-rata terendah.
Baja silikon non-orientasi berukuran sempit (lebar < 600 mm) mencatat volume impor keseluruhan yang relatif kecil, dengan Jepang tetap menjadi pemasok terbesar. Produk dengan lebar sempit umumnya memiliki harga impor rata-rata lebih tinggi daripada grade lebar. Pengiriman yang berasal dari Tiongkok menunjukkan harga rata-rata yang tinggi, sementara impor dari Jerman, Prancis, dan Swedia juga berada pada kisaran harga tinggi, yang mengindikasikan bahwa arus masuk tersebut sebagian besar merupakan grade khusus bernilai tambah tinggi.
Sumber data: Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok
Ekspor Baja Silikon Non-Orientasi: Ekspor Bulanan Mencapai Level Tertinggi Tahunan karena Kuatnya Permintaan Luar Negeri
1. Total Volume Ekspor
Ekspor baja silikon non-orientasi pada Juli 2026 melampaui level Juli 2025, mempertahankan pertumbuhan tahun-ke-tahun yang positif dan melanjutkan tren ekspor yang meningkat. Data kumulatif negara tujuan ekspor untuk Januari–Juli 2026 menunjukkan pasar ekspor yang terdiversifikasi. Italia, Vietnam, Meksiko, dan Brasil merupakan empat tujuan utama, diikuti oleh Belgia, Serbia, Korea Selatan, Thailand, dan pasar lainnya. Pengiriman terutama ditujukan ke Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin, sehingga pasar luar negeri menjadi penyalur utama bagi kelebihan kapasitas domestik Tiongkok.
Sumber data: Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok
2. Rincian berdasarkan Lebar Produk
Baja silikon non-orientasi lebar (lebar ≥ 600 mm) mendominasi ekspor selama Januari–Juli 2026, terutama dikirim ke Italia, Meksiko, Brasil, Belgia, serta pasar Eropa, Amerika, dan Asia Tenggara lainnya. Harga ekspor rata-rata sebagian besar berkisar antara RMB 3.900–5.400 per ton, mencerminkan ekspor kapasitas berlebih grade menengah-rendah dalam volume besar.
Ekspor baja silikon non-orientasi dengan lebar sempit (lebar < 600 mm) menyusut cukup signifikan. Vietnam dan Serbia menjadi dua pasar penerima utama, dan harga ekspor rata-rata sangat bervariasi. Pengiriman ke Jepang, Serbia, Belgia, dan tujuan lainnya memperoleh harga yang relatif tinggi, menandakan ekspor bernilai tambah tinggi untuk arus perdagangan tersebut.
Sumber data: Administrasi Umum Kepabeanan Tiongkok
Ringkasan
Impor baja silikon non-orientasi Tiongkok turun secara tahun-ke-tahun pada Juli 2026 dengan pertumbuhan negatif, dan sumber impor selama Januari–Juli tetap sangat terkonsentrasi di Jepang dan Taiwan Tiongkok. Berdasarkan spesifikasi, impor grade lebar terutama dipasok oleh Jepang, Taiwan Tiongkok, dan Korea Selatan dengan dispersi harga yang signifikan. Impor narrow-grade bervolume rendah dan berharga tinggi, sebagian besar terdiri atas mutu khusus premium.
Di sisi ekspor, pengiriman Juli meningkat secara tahunan. Ekspor disalurkan ke berbagai pasar luar negeri, terutama Eropa, Asia Tenggara, dan Amerika Latin. Produk berukuran lebar menjadi tulang punggung ekspor dengan harga relatif rendah, menjadi saluran utama untuk menyerap kelebihan kapasitas menengah ke bawah. Volume ekspor produk berukuran sempit terbatas dengan rentang harga yang lebar; pengiriman ke pasar Jepang dan Eropa tertentu menunjukkan karakteristik bernilai tambah tinggi.

![[Analisis SMM] Prospek Pasar Baja Indonesia 2026: Ekspansi Kapasitas Bertemu Tsunami Impor Tiongkok](https://imgqn.smm.cn/usercenter/tgoYV20251217171715.jpg)
![[Tingkat Operasi SMM Agustus Pabrik Baja Pengguna Billet dari Pasokan Eksternal] Tren Naik Bertahap, Pabrik Baja Pengguna Billet dari Pasokan Eksternal Menunjukkan Antusiasme Produksi Lebih Tinggi](https://imgqn.smm.cn/usercenter/VgxkU20251217171719.jpg)
