Menurut data bea cukai Tiongkok, impor litium hidroksida Tiongkok pada Juli 2026 mencapai 8.322,16 ton, naik 89,1% bulan-ke-bulan dari 4.400,35 ton pada Juni; ekspor berjumlah 6.419,51 ton, naik 6,7% dari 6.018 ton pada Juni. Pada bulan tersebut, Tiongkok berubah menjadi importir bersih litium hidroksida.
Dari sisi impor, sumber utama pada Juli adalah Indonesia, dengan impor sebesar 4.444,37 ton yang mencakup 53,4% dari total, terutama disebabkan oleh kedatangan terkonsentrasi dari pengiriman yang terakumulasi sebelumnya. Sumber lainnya termasuk Korea Selatan (1.361,97 ton), zona gudang berikat domestik di Tiongkok (1.130,11 ton), Australia (690,89 ton), Argentina (399,74 ton), dan Jerman (295 ton). Impor dari Indonesia melonjak hampir lima kali lipat secara bulan-ke-bulan, menjadikannya sumber kenaikan terbesar.
Dari sisi ekspor, ekspor litium hidroksida Tiongkok terutama ditujukan ke Korea Selatan dan Jepang. Pengiriman ke Korea Selatan mencapai 4.783,69 ton, mencakup 74,5% dari total ekspor; ekspor ke Jepang berjumlah 1.304,00 ton, mewakili 20,3%; dan pengiriman ke Belanda sebesar 227,01 ton. Destinasi lainnya termasuk Thailand (38 ton), Brasil (20 ton), dan Singapura (20 ton), semuanya dalam jumlah yang lebih kecil.
Ringkasnya, di sisi impor, masuknya litium hidroksida luar negeri yang besar telah meningkatkan ketersediaan pasar domestik selama dua bulan terakhir, secara signifikan membatasi kenaikan harga pada Juli–Agustus. Di sisi ekspor, pemulihan moderat permintaan luar negeri dalam beberapa bulan terakhir telah menjaga ekspor di atas 6.000 ton per bulan, mempertahankan tingkat yang relatif tinggi.
![[SMM Analysis] DRC Advances $2B Musompo Battery Precursor Zone to Strengthen Africa's Lithium-Ion Supply Chain](https://imgqn.smm.cn/usercenter/tKgKv20251217171725.png)


