Stok tembaga LME berstatus *on-warrant* telah naik sekitar 63.000 ton dalam tiga hari terakhir, atau meningkat lebih dari 50%, karena kombinasi pengiriman baru ke gudang dan pengaktifan kembali *warrant* atas logam yang sebelumnya telah dibatalkan, sehingga meningkatkan persediaan yang segera tersedia di bursa. Lonjakan cepat ini secara material meredakan kelangkaan jangka pendek yang sebelumnya mendorong selisih harga (*spread*) tembaga LME ke level ekstrem awal pekan ini.
Selisih harga *cash-to-three-month* telah menyempit menjadi sekitar $176/ton, turun dari sekitar $436/ton hanya beberapa hari sebelumnya. Pada suatu titik hari Senin, selisih harga sempat melampaui $550/ton, yang menunjukkan betapa parahnya tekanan (*squeeze*) pada logam jangka pendek sebelum tambahan stok kembali ke status *warrant*.
Sekitar 28.000 ton dari kenaikan terakhir berasal dari pengiriman baru ke bursa, sementara sisanya sebagian besar mencerminkan stok yang sebelumnya dibatalkan (*cancelled*) kini diaktifkan kembali *warrant*-nya dan dikembalikan ke persediaan yang tersedia. Perbedaan ini penting karena kenaikan 63.000 ton tidak sepenuhnya mewakili tembaga baru yang masuk ke sistem LME, melainkan kombinasi logam baru dan stok yang sebelumnya tidak tersedia yang kini dapat diserahkan kembali.
Harga tembaga telah merespons meredanya ketatnya pasokan fisik. Pada 19 Agustus, tembaga tiga bulan LME diperdagangkan di sekitar $13.885/ton, hampir $300/ton lebih rendah dibandingkan hari Senin, seiring meredanya kekhawatiran akan kekurangan langsung logam yang dapat diserahkan.
Dari perspektif struktur pasar, pergerakan ini menunjukkan bahwa tekanan (*squeeze*) baru-baru ini didorong sebagian oleh ketersediaan dan status stok bursa, bukan oleh hilangnya tembaga secara total dari pasar global. Penyempitan tajam pada *backwardation* mengindikasikan bahwa permintaan segera untuk unit jangka pendek telah mereda, meskipun kekhawatiran yang lebih luas seputar pasokan tambang, ketersediaan konsentrat, dan ketidakseimbangan stok regional masih ada.
Sinyal kunci berikutnya adalah apakah persediaan LME terus bertambah. Pengiriman yang berkelanjutan dan pengaktifan *warrant* lebih lanjut dapat menormalkan selisih harga jangka pendek dan mengurangi volatilitas harga jangka pendek, sementara penarikan stok yang tersedia kembali dapat dengan cepat memperketat kondisi lagi.




