Hasil lengkap H1 2026 Merafe Resources, dirilis 11 Agustus, menunjukkan laba lebih dari dua kali lipat menjadi R512 juta dari R233 juta setahun sebelumnya, dengan HEPS naik 64% menjadi 20,7 sen dan pendapatan naik 36% menjadi R3,43 miliar. Dewan direksi menaikkan dividen interim empat kali lipat menjadi 16 sen per saham, dari 4 sen, seiring kas bersih dari operasi berbalik menjadi R976 juta dari penggunaan R175 juta setahun sebelumnya. Merafe mengaitkan peningkatan laba dengan harga komoditas yang lebih tinggi dan volume penjualan yang lebih besar sepanjang periode.
Hasil tersebut mengungkap volume penjualan untuk pertama kalinya, memperlihatkan bagaimana volume tersebut bertahan meskipun produksi ferokrom merosot 75% menjadi 28.000 ton. Penjualan ferokrom hanya turun 4% menjadi 73.000 ton, selisih yang hanya dapat dijelaskan oleh penarikan stok ferokrom jadi yang dibangun Merafe pada H1 2025, saat produksi 112.000 ton jauh melampaui penjualan periode itu sebesar 76.000 ton. Bijih krom bercerita lain: produksi 425.000 ton masih melampaui penjualan 380.000 ton, artinya persediaan bijih terus bertambah, meskipun lonjakan volume penjualan bijih sebesar 75% dari 217.000 ton setahun sebelumnya turut menopang pendapatan.
Grup ini juga melaporkan nihil korban jiwa, perbaikan tingkat frekuensi cedera sebesar 24% menjadi 1,36, dan nilai aset bersih naik 7% menjadi R5,03 miliar. Secara keseluruhan, angka-angka tersebut menegaskan bahwa penguatan harga, bukan produksi baru, menjadi pendorong utama laba H1 2026 Merafe, dengan pengurangan persediaan ferokrom secara khusus membantu menjembatani kesenjangan antara produksi dan penjualan perusahaan patungan tersebut.

![[Titik Harian Kromium SMM] Kebuntuan dalam Perebutan Antara Penjual dan Pembeli, Pasar Kromium Stabil Sementara](https://imgqn.smm.cn/usercenter/ZVhtl20251217171724.jpeg)
![[Analisis SMM] 25 Tahun Produksi Bijih Krom dan Ferrokrom Afrika Selatan](https://imgqn.smm.cn/usercenter/gKDYO20251217171723.jpeg)

