Impor HRC ke Indonesia Diperkirakan Menurun pada Paruh Kedua 2026

Telah Terbit: Aug 11, 2026 15:22
Pasar HRC Indonesia menghadapi pukulan ganda pada paruh kedua tahun 2026: permintaan yang sudah lesu, ditambah penurunan impor karena bea masuk antidumping—terutama pada HRC China—mulai menggigit. Para pembeli mengatakan bea masuk itu akan mendorong harga HRC impor lebih tinggi, meskipun harga sebelum bea masuk (contoh: USD 485/ton FOB untuk produk China) sudah di bawah HRC domestik di harga 500 USD/ton FOB. Akibatnya, HRC domestik diperkirakan akan menyerap lebih banyak permintaan yang ada, meskipun impor masih dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan HRC dengan spesifikasi tertentu yang tidak dapat dipasok oleh pabrik lokal.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Pasar HRC Indonesia menghadapi pukulan ganda pada paruh kedua tahun 20 - Shanghai Metals Market (SMM)