Geo Energy menjual 3,6 juta ton batu bara pada semester I 2026, sementara pendapatan dan laba bersih sama-sama turun 28% secara tahunan karena PT Tanah Bumbu Resources (TBR) dan PT Sungai Danau Jaya (SDJ) mendekati tahap akhir usia tambang serta PT Triaryani (TRA) belum sepenuhnya meningkatkan produksi. Penurunan laba terutama didorong oleh volume, bukan disebabkan harga batu bara yang melemah. Pada periode yang sama, Indonesian Coal Index 4 (ICI4), acuan untuk batu bara termal Indonesia nilai kalori rendah, naik dari US$47,91/ton menjadi US$58,13/ton, sehingga mengerek harga jual rata-rata Geo Energy dari US$46,26/ton ke US$53,88/ton.
Fokus pasar kini beralih ke pertumbuhan pasokan pada semester II 2026. Dengan beroperasinya infrastruktur transportasi dan pelabuhan PT Marga Bara Jaya (MBJ), kapasitas evakuasi batu bara TRA diperkirakan meningkat, mendukung target produksi setahun penuh Geo Energy sebesar 11,5–12,5 juta ton serta ekspansi selanjutnya. Jika pertumbuhan pasokan dari TRA dan tambang Indonesia lainnya melampaui permintaan impor Tiongkok, India, dan Asia Tenggara, daya tawar pembeli yang lebih kuat dapat membatasi kenaikan lebih lanjut ICI4 dan harga batu bara termal kalori rendah FOB Indonesia. Meski demikian, biaya tunai Geo Energy naik dari US$36,07/ton menjadi US$40,58/ton akibat biaya bahan bakar, nisbah kupas, dan jarak angkut yang lebih tinggi, yang berpotensi memberi dukungan biaya terhadap harga.


![[SMM Baja]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/FFFrV20251217171719.jpg)
