Pemerintah India telah menyetujui insentif sebesar INR42 miliar (US$441,67 juta) במסגרת skema Production Linked Incentive (PLI), dengan baja khusus dan komponen otomotif muncul sebagai sektor-sektor utama yang didukung seiring India berupaya memperluas manufaktur bernilai tinggi dan ekspor.
Untuk baja khusus, skema PLI terus mendapatkan momentum. Sejak diluncurkan, skema ini telah menarik komitmen investasi sebesar INR438,74 miliar (US$5 miliar), dengan perkiraan produksi baja khusus 14,3 juta ton dan 30.760 lapangan kerja langsung. Perusahaan peserta telah berinvestasi sebesar INR229,73 miliar (US$2,41 miliar) hingga September 2025. Pada putaran ketiga (PLI 1.2), Kementerian Baja menandatangani MoU untuk 85 proyek yang melibatkan 55 perusahaan, yang saja mencakup komitmen investasi baru sebesar INR1,19 triliun (US$12,49 miliar) dan kapasitas hilir baja serta pembuatan paduan sebesar 8,7 juta ton.
Skema PLI komponen otomotif juga menerima persetujuan insentif, memperkuat dorongan India untuk melokalkan produksi suku cadang otomotif canggih dan meningkatkan ekspor. Skema ini bertujuan memperkuat posisi India dalam rantai pasok otomotif global melalui peningkatan nilai tambah domestik dan manufaktur berbasis teknologi.
Persetujuan terbaru ini merupakan bagian dari program PLI pemerintah yang lebih luas, di mana penyaluran insentif kumulatif kini telah melampaui INR400 miliar, mendukung investasi, manufaktur, dan ekspor di berbagai sektor strategis.
Di seluruh sektor PLI, ekspor kumulatif telah mencapai INR15,2 triliun (US$159,84 miliar) per 31 Maret 2026, naik dari INR6,5 triliun (US$68,35 miliar) setahun sebelumnya dan INR4 triliun (US$49,06 miliar) pada Maret 2024.
![[SMM Baja]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/LSkpO20251217171720.jpg)

![[Indeks Harga Komoditas Juli naik 15,5% YoY]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/rBCZR20251217171716.jpg)