4 Agustus: Komentar Perdagangan Sore SMM Rare Earth

Telah Terbit: Aug 4, 2026 17:48

[Komentar Transaksi Sore Hari Logam Tanah Jarang SMM] Aktivitas kuotasi oksida Pr-Nd rendah, beberapa pedagang terus menjual dengan harga rendah, dan minat beli pabrik logam hilir tetap buruk; kuotasi oksida gadolinium serendah 207 ribu yuan per ton metrik, dan beberapa pabrik logam menyatakan harga yang diinginkan adalah 205 ribu yuan per ton metrik; permintaan di pasar paduan Pr-Nd tetap lesu, dan meskipun kuotasi dari perusahaan logam relatif kokoh, kinerja transaksi aktual buruk, dengan kebuntuan dalam tarik-menarik antara hulu dan hilir; aktivitas permintaan di pasar paduan gadolinium-besi masih minim, dan kuotasi semakin turun ke 195–200 ribu yuan per ton metrik.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Malaysia Mempertimbangkan Pencabutan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Mentah di Tengah Persaingan Global yang Semakin Ketat
3 jam yang lalu
Malaysia Mempertimbangkan Pencabutan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Mentah di Tengah Persaingan Global yang Semakin Ketat
Baca Selengkapnya
Malaysia Mempertimbangkan Pencabutan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Mentah di Tengah Persaingan Global yang Semakin Ketat
Malaysia Mempertimbangkan Pencabutan Larangan Ekspor Logam Tanah Jarang Mentah di Tengah Persaingan Global yang Semakin Ketat
Menurut laporan media asing, Malaysia sedang mempertimbangkan untuk mengizinkan ekspor sejumlah mineral tanah jarang yang belum diolah guna memperkuat posisinya dalam rantai pasok di berbagai industri, mulai dari manufaktur otomotif hingga pertahanan nasional dan barang konsumsi. Malaysia menangguhkan ekspor mineral tanah jarang mentah pada tahun 2024 untuk mendorong investasi di industri pengolahan dalam negeri—taktik yang umum di kalangan negara berkembang kaya sumber daya. Namun, seiring meningkatnya persaingan seputar mineral ini, pihak berwenang kini tengah menilai kelayakan pelonggaran pembatasan tersebut, menurut seorang pejabat senior pemerintah.
3 jam yang lalu
Trump Akan Hadiri Meja Bundar Pertambangan, Dorong Pengembangan Rantai Pasok Mineral Kritis
4 jam yang lalu
Trump Akan Hadiri Meja Bundar Pertambangan, Dorong Pengembangan Rantai Pasok Mineral Kritis
Baca Selengkapnya
Trump Akan Hadiri Meja Bundar Pertambangan, Dorong Pengembangan Rantai Pasok Mineral Kritis
Trump Akan Hadiri Meja Bundar Pertambangan, Dorong Pengembangan Rantai Pasok Mineral Kritis
[SMM Rare Earth Flash] Menurut laporan media asing, Presiden AS Trump dijadwalkan menghadiri diskusi meja bundar pertambangan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri AS pada hari Jumat, membahas pengembangan rantai pasok mineral kritis bersama para eksekutif dari sejumlah perusahaan pertambangan, dan lebih lanjut mendorong perluasan pasokan mineral kritis oleh AS dan sekutunya guna mengurangi ketergantungan terhadap China. Sumber menyebutkan pemerintahan Trump telah menjadikan mineral kritis sebagai prioritas strategis. Selain mendukung pengembangan tambang dan pembangunan kapasitas pengolahan, juga akan memperkuat pengembangan tenaga ahli pertambangan. Departemen Energi AS (DOE) dijadwalkan menyelenggarakan acara pengembangan tenaga kerja pertambangan pada periode yang sama, mengundang 14 perguruan tinggi pertambangan di seluruh AS untuk berpartisipasi, memperkuat kesiapan tenaga profesional pertambangan, serta menyediakan dukungan teknis dan sumber daya manusia bagi proyek-proyek mineral kritis di masa depan.
4 jam yang lalu
Indonesia Lanjutkan Ekspor Mineral, Klarifikasi Larangan Tanah Jarang Hanya Berlaku pada Produk Primer
4 jam yang lalu
Indonesia Lanjutkan Ekspor Mineral, Klarifikasi Larangan Tanah Jarang Hanya Berlaku pada Produk Primer
Baca Selengkapnya
Indonesia Lanjutkan Ekspor Mineral, Klarifikasi Larangan Tanah Jarang Hanya Berlaku pada Produk Primer
Indonesia Lanjutkan Ekspor Mineral, Klarifikasi Larangan Tanah Jarang Hanya Berlaku pada Produk Primer
[SMM Rare Earth Flash] Kantor Kepresidenan Indonesia menyatakan bahwa ekspor produk mineral yang berpotensi mengandung logam tanah jarang ikutan telah dilanjutkan, serta menegaskan bahwa larangan ekspor logam tanah jarang hanya berlaku untuk tanah jarang yang diekspor sebagai produk utama, bukan untuk tanah jarang ikutan dalam produk mineral seperti bauksit, alumina, katoda tembaga, dan turunan nikel. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa kebijakan ini menjadi pedoman transisi bagi eksportir, lembaga inspeksi, dan otoritas bea cukai, dan akan mengurangi keterlambatan ekspor yang sebelumnya disebabkan oleh kewajiban deteksi logam tanah jarang. PT Sucofindo, yang bertanggung jawab atas deteksi tersebut, akan merilis secara bertahap 85 laporan inspeksi yang tertunda terkait ekspor alumina, katoda tembaga, dan turunan nikel, yang diharapkan dapat mempercepat keberangkatan lebih dari seratus kapal yang tertahan. Pemerintah Indonesia selanjutnya akan menetapkan batas kandungan logam tanah jarang ikutan, standar deteksi, serta prosedur inspeksi.
4 jam yang lalu
Daftar untuk Lanjut Membaca
Dapatkan akses ke wawasan terkini tentang logam dan energi baru
Sudah memiliki akun?masuk di sini