Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Bahlil Lahadalia mengatakan pada 3 Agustus bahwa pemerintah akan menerapkan “relaksasi terukur” pada RKAB, dengan kuota tambang tambahan disetujui secara bertahap sambil menjaga keseimbangan pasokan-permintaan.
“Kami akan melonggarkannya, tetapi secara terukur,” ujar Bahlil, seraya menambahkan bahwa pemerintah “tidak ingin produksi melebihi permintaan pasar.” Penyesuaian ini bertujuan meningkatkan fleksibilitas manajemen produksi berdasarkan kondisi pasar dan kebutuhan industri hilir.
Bahlil mencatat bahwa kontribusi royalti akan dipertimbangkan dalam proses evaluasi RKAB, dengan perusahaan pembayar royalti lebih tinggi mendapat prioritas. Pemerintah masih meninjau pengajuan RKAB para penambang dan belum mengungkapkan potensi penambahan kuota, menyebut angka masih dalam perhitungan.
SMM memperkirakan persetujuan RKAB tambahan akan secara bertahap meningkatkan ketersediaan bijih nikel Indonesia pada paruh kedua 2026. Namun, ketidakpastian tetap ada pada jumlah kuota akhir, jadwal persetujuan, dan kriteria alokasi, sehingga penambang dan smelter tetap fokus pada perkembangan kebijakan lebih lanjut.

![[Komentar Harian Produk Antara Nikel SMM] 4 Agustus: Harga MHP dan Nikel Matte Kelas Tinggi Menurun](https://imgqn.smm.cn/usercenter/UpZsx20251217171731.jpeg)
![[SMM Nickel Midday Review] 4 Agustus, akibat berita kuota RKAB Indonesia, harga nikel melonjak tajam.](https://imgqn.smm.cn/usercenter/yUOUz20251217171732.jpg)
