[Berita Kilat Nikel SMM] Indonesia Tegaskan Kembali Relaksasi RKAB yang Terukur, Kenaikan Kuota Masih Dikaji

Telah Terbit: Aug 4, 2026 10:51

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia Bahlil Lahadalia mengatakan pada 3 Agustus bahwa pemerintah akan menerapkan “relaksasi terukur” pada RKAB, dengan kuota tambang tambahan disetujui secara bertahap sambil menjaga keseimbangan pasokan-permintaan.

“Kami akan melonggarkannya, tetapi secara terukur,” ujar Bahlil, seraya menambahkan bahwa pemerintah “tidak ingin produksi melebihi permintaan pasar.” Penyesuaian ini bertujuan meningkatkan fleksibilitas manajemen produksi berdasarkan kondisi pasar dan kebutuhan industri hilir.

Bahlil mencatat bahwa kontribusi royalti akan dipertimbangkan dalam proses evaluasi RKAB, dengan perusahaan pembayar royalti lebih tinggi mendapat prioritas. Pemerintah masih meninjau pengajuan RKAB para penambang dan belum mengungkapkan potensi penambahan kuota, menyebut angka masih dalam perhitungan.

SMM memperkirakan persetujuan RKAB tambahan akan secara bertahap meningkatkan ketersediaan bijih nikel Indonesia pada paruh kedua 2026. Namun, ketidakpastian tetap ada pada jumlah kuota akhir, jadwal persetujuan, dan kriteria alokasi, sehingga penambang dan smelter tetap fokus pada perkembangan kebijakan lebih lanjut.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
3 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 24 Agustus 2026.
3 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
3 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Baca Selengkapnya
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Topan Saudel (dikenal secara lokal sebagai Obet) memasuki Wilayah Tanggung Jawab Filipina pada 24 Agustus dan bergerak ke arah barat-barat laut, dengan potensi dampak pada Laut China Timur dan pantai China Timur sekitar 26–27 Agustus, meskipun lintasannya masih belum pasti. Untuk logistik nikel, pelabuhan muat Zambales/Sta. Cruz dan Subic tetap menjadi area utama yang perlu diwaspadai, karena hujan lebat, angin kencang, dan laut bergelombang dapat menyebabkan gangguan jangka pendek pada pemuatan dan pengangkutan bijih. Surigao dan area nikel utama lainnya diperkirakan akan mengalami dampak terbatas. Di China daratan, jalur Laut China Timur dan pelabuhan pantai China Timur harus dipantau, karena kondisi laut yang memburuk dapat mempengaruhi sementara operasi kapal dan aktivitas pelabuhan sekitar 26–27 Agustus.
3 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
4 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia tetap tidak berubah di ketiga tingkatan berikut: 1,4% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $53,3/wmt 1,5% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $60,8/wmt 1,6% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $65,8/wmt Pembaruan Kebijakan Indonesia — 24 Agustus 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih dalam periode menunggu, dengan pasar terus memantau lebih lanjut persetujuan RKAB dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, pemerintah telah menunda penerapan pajak windfall yang direncanakan, sementara rincian lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut masih dibahas. Kondisi cuaca di seluruh daerah penghasil nikel utama umumnya masih terkendali, meskipun curah hujan tinggi yang terlokalisasi masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada pertambangan dan logistik. Pasar juga menunggu potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, khususnya perlakuan terhadap logam terkait dan faktor korektif, dapat mempengaruhi harga limonit dan ekonomi bahan baku HPAL.
4 jam yang lalu