Perusahaan produsen timah olahan asal Peru, Minsur, melaporkan bahwa smelter Pisco di Peru memproduksi 7.034 metrik ton (mt) timah olahan pada Q2 2026, turun 1% YoY. Produksi timah olahan kumulatif pada semester pertama (H1) tercatat sebesar 15.349 mt, turun 2% YoY. Perusahaan mengaitkan sedikit penurunan produksi timah tersebut dengan kadar (head grade) yang lebih rendah di smelter (sebuah penyesuaian strategis untuk memaksimalkan perolehan), yang sebagian diimbangi oleh peningkatan throughput di smelter Pisco.
Berdasarkan proyek, tambang bawah tanah San Rafael memproduksi 7.359 mt timah dalam konsentrat pada Q2, naik 14% YoY, dengan output kumulatif H1 sebesar 13.455 mt, naik 6% YoY; produksi tailing B2 naik 11% YoY menjadi 2.152 mt pada Q2, dengan output kumulatif H1 sebesar 4.049 mt, naik 7% YoY. Total produksi timah dalam konsentrat pada Q2 naik 13% YoY menjadi 9.511 mt, dengan output kumulatif H1 sebesar 17.504 mt, naik 6% YoY.
Kadar (head grade) di tambang San Rafael pada Q2 meningkat 13% menjadi 2,88% Sn, dengan rata-rata kadar H1 sebesar 2,64% Sn, naik 8% YoY. Minsur mencatat bahwa sistem pemilahan bijih memproses lebih banyak bijih dengan margin rendah.
![[Kilas Timah SMM: Metals X Produksi Konsentrat Timah Q2 sebesar 2.809 ton]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/reOma20251217171751.jpg)
![[SMM Tin Express: Produksi bijih timah PT Timah pada H1 mencapai 12.232 ton logam timah, naik 75% YoY]](https://imgqn.smm.cn/usercenter/fMkfI20251217171752.jpg)

