Laba Industri Melonjak 18,7% pada Semester Pertama 2026, Lapor NBS

Telah Terbit: Jul 28, 2026 11:09
Badan Pusat Statistik (BPS): Laba perusahaan industri di atas ukuran yang ditentukan secara nasional naik 18,7% pada Januari–Juni 2026.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Harga Nikel Olahan SMM #1 Turun ke 132.150 Yuan/mt, Premi Spot Campuran
1 jam yang lalu
Harga Nikel Olahan SMM #1 Turun ke 132.150 Yuan/mt, Premi Spot Campuran
Baca Selengkapnya
Harga Nikel Olahan SMM #1 Turun ke 132.150 Yuan/mt, Premi Spot Campuran
Harga Nikel Olahan SMM #1 Turun ke 132.150 Yuan/mt, Premi Spot Campuran
Pada 28 Juli, harga rata-rata nikel rafinasi SMM #1 sebesar 132.150 yuan/mt, turun 850 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Dari segi premi spot, rata-rata nikel rafinasi Jinchuan #1 adalah 1.250 yuan/mt, naik 50 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya, dan kisaran nikel elektrodeposisi merek utama domestik adalah -400 hingga 500 yuan/mt.
1 jam yang lalu
[SMM Stainless Steel Flash] CCI India Menolak Pengaduan Terkait Pengadaan Slab dan HRC Indonesia oleh Jindal Stainless
1 jam yang lalu
[SMM Stainless Steel Flash] CCI India Menolak Pengaduan Terkait Pengadaan Slab dan HRC Indonesia oleh Jindal Stainless
Baca Selengkapnya
[SMM Stainless Steel Flash] CCI India Menolak Pengaduan Terkait Pengadaan Slab dan HRC Indonesia oleh Jindal Stainless
[SMM Stainless Steel Flash] CCI India Menolak Pengaduan Terkait Pengadaan Slab dan HRC Indonesia oleh Jindal Stainless
Komisi Persaingan India menolak pengaduan terhadap Jindal Stainless dalam perintah tertanggal 21 Juli 2026, yang menuduh produsen tersebut mengunci perjanjian eksklusif dengan pemasok Indonesia untuk slab baja nirkarat mengandung nikel dan koil canai panas, sehingga menutup akses perusahaan India pesaing terhadap input penting. Pengadu, produsen baja nirkarat hilir yang tidak disebutkan namanya, juga mempersoalkan skema dealer Jindal Saathi. CCI tidak menemukan bukti bahwa pesaing mengalami pemangkasan produksi, keluar dari pasar, atau kerugian kompetitif lainnya, dan menyatakan Jindal tidak dominan di hulu mengingat banyaknya pemasok domestik dan pemasok luar negeri bersertifikat BIS. CCI menerima bahwa perusahaan tersebut dominan di segmen baja nirkarat canai dingin hilir, tetapi tidak menemukan penyalahgunaan. India tidak memiliki cadangan nikel domestik, ketergantungan yang semakin dalam akibat larangan ekspor bijih nikel Indonesia tahun 2020.
1 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Stainless Steel] Acerinox: Penurunan Nikel Akan Membebani Harga AS melalui Biaya Tambahan Paduan
2 jam yang lalu
[SMM Kilasan Pasar Stainless Steel] Acerinox: Penurunan Nikel Akan Membebani Harga AS melalui Biaya Tambahan Paduan
Baca Selengkapnya
[SMM Kilasan Pasar Stainless Steel] Acerinox: Penurunan Nikel Akan Membebani Harga AS melalui Biaya Tambahan Paduan
[SMM Kilasan Pasar Stainless Steel] Acerinox: Penurunan Nikel Akan Membebani Harga AS melalui Biaya Tambahan Paduan
Acerinox dari Spanyol mengatakan dalam panggilan laba kuartal kedua 2026 bahwa sementara pasar baja nirkarat AS tetap solid, harga nikel yang lebih lunak diperkirakan akan menekan harga transaksi melalui mekanisme biaya tambahan paduan. Para eksekutif membandingkan kedua wilayah: sistem biaya tambahan AS meredam fluktuasi bahan baku dengan jeda, sementara harga di Eropa menyesuaikan diri lebih langsung terhadap biaya bahan baku di pasar yang sangat kompetitif. Langkah perdagangan UE yang baru diterapkan seharusnya menstabilkan pasar Eropa dengan membatasi impor dan meningkatkan produksi lokal, tetapi perusahaan mengatakan kenaikan harga yang berarti masih bergantung pada kondisi yang lebih luas. Komentar tersebut menegaskan bahwa realisasi harga pabrik di kedua wilayah merespons pergerakan nikel yang sama dalam kerangka waktu yang berbeda.
2 jam yang lalu