[SMM Tinjauan Siang Nikel] Pada 23 Juli, Harga Nikel Terus Menguat, dan Bank Sentral Indonesia Menunda Kenaikan Suku Bunga, Mempertahankan Suku Bunga Acuan di 5,75%

Telah Terbit: Jul 23, 2026 11:43

SMM Nikel 23 Juli Berita:

Berita Makro dan Pasar:

(1) Bank Indonesia mengumumkan pada tanggal 22 bahwa pihaknya mempertahankan suku bunga acuan di 5,75%. Ini adalah jeda pertama setelah kenaikan suku bunga kumulatif sebesar 100 basis poin selama dua bulan sebelumnya.

(2) Trump: Jika Iran menyerang kapal di Selat Hormuz, AS akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listriknya; militer Iran: Jika AS menindaklanjuti ancamannya, Iran akan memutus semua aliran minyak di kawasan Teluk dan menyerang infrastruktur minyak, gas alam, listrik, dan ekonomi di kawasan tersebut.

Pasar Spot:

Pada tanggal 23 Juli, harga rata-rata nikel rafinasi #1 SMM adalah 132.550 yuan/mt, naik 1.350 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Mengenai premi spot, premi rata-rata untuk nikel rafinasi #1 Jinchuan adalah 1.450 yuan/mt, turun 50 yuan/mt dari hari perdagangan sebelumnya. Kisaran premi untuk merek domestik utama nikel elektrodeposisi adalah -300 hingga 500 yuan/mt.

Pasar Berjangka:

Kontrak nikel SHFE yang paling banyak diperdagangkan (2609) terus menguat di sesi pagi, dan pada penutupan pagi berada di 132.450 yuan/mt, naik 1,05%.

Logam dasar menguat secara kolektif, dengan dana membeli varietas yang dinilai rendah pada saat penurunan, mendorong harga nikel ke fase pemulihan valuasi. Sementara itu, nikel berjangka SHFE naik perlahan di tengah berita kuota Indonesia.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
2 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (24 Agustus)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 24 Agustus 2026.
2 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
2 jam yang lalu
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Baca Selengkapnya
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
【Flash Nikel SMM】Pembaruan Cuaca Filipina & Tiongkok (24 Agustus 2026)
Topan Saudel (dikenal secara lokal sebagai Obet) memasuki Wilayah Tanggung Jawab Filipina pada 24 Agustus dan bergerak ke arah barat-barat laut, dengan potensi dampak pada Laut China Timur dan pantai China Timur sekitar 26–27 Agustus, meskipun lintasannya masih belum pasti. Untuk logistik nikel, pelabuhan muat Zambales/Sta. Cruz dan Subic tetap menjadi area utama yang perlu diwaspadai, karena hujan lebat, angin kencang, dan laut bergelombang dapat menyebabkan gangguan jangka pendek pada pemuatan dan pengangkutan bijih. Surigao dan area nikel utama lainnya diperkirakan akan mengalami dampak terbatas. Di China daratan, jalur Laut China Timur dan pelabuhan pantai China Timur harus dipantau, karena kondisi laut yang memburuk dapat mempengaruhi sementara operasi kapal dan aktivitas pelabuhan sekitar 26–27 Agustus.
2 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
3 jam yang lalu
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Baca Selengkapnya
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
[SMM Nickel Flash News] Pembaruan Indonesia — 24 Agustus 2026
Harga rata-rata CIF bijih nikel Indonesia tetap tidak berubah di ketiga tingkatan berikut: 1,4% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $53,3/wmt 1,5% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $60,8/wmt 1,6% Ni: Harga rata-rata CIF sebesar $65,8/wmt Pembaruan Kebijakan Indonesia — 24 Agustus 2026 Pasar bijih nikel Indonesia masih dalam periode menunggu, dengan pasar terus memantau lebih lanjut persetujuan RKAB dan potensi penyesuaian kuota. Sementara itu, pemerintah telah menunda penerapan pajak windfall yang direncanakan, sementara rincian lebih lanjut mengenai kebijakan tersebut masih dibahas. Kondisi cuaca di seluruh daerah penghasil nikel utama umumnya masih terkendali, meskipun curah hujan tinggi yang terlokalisasi masih dapat menyebabkan gangguan sementara pada pertambangan dan logistik. Pasar juga menunggu potensi revisi formula HPM untuk bijih limonit. Setiap perubahan pada mekanisme penetapan harga, khususnya perlakuan terhadap logam terkait dan faktor korektif, dapat mempengaruhi harga limonit dan ekonomi bahan baku HPAL.
3 jam yang lalu
Daftar untuk Lanjut Membaca
Dapatkan akses ke wawasan terkini tentang logam dan energi baru
Sudah memiliki akun?masuk di sini