Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah resmi merilis Harga Mineral Acuan (HMA) untuk paruh kedua Juli 2026. HMA periode ini adalah sebagai berikut: harga nikel sebesar US$16.533,67/ton (turun dari US$17.593,33/ton pada paruh pertama Juli 2026), menunjukkan penurunan sebesar US$1.059,66/ton atau 6,02%. Sementara itu, harga acuan untuk mineral lainnya adalah: kobalt sebesar US$55.863,00/ton, bijih besi sebesar US$1,44/ton, dan bijih kromit sebesar US$6,37/ton.
Menurut model perhitungan internal SMM, berdasarkan simulasi untuk bijih pirometalurgi (20% Fe, 1% Cr, 0,05% Co) dan bijih hidrometalurgi (45% Fe, 2% Cr, 0,10% Co), Harga Patokan Mineral (HPM) bijih nikel untuk berbagai kadar telah berubah sebagai berikut:
- Ni 1,2%: US$45,25/wmt (turun US$2,15)
- Ni 1,3%: US$49,44/wmt (turun US$2,42)
- Ni 1,4%: US$53,60/wmt (turun US$2,97)
- Ni 1,5%: US$58,23/wmt (turun US$3,27)
- Ni 1,6%: US$63,06/wmt (turun US$3,58)
![[SMM Stainless Steel Flash] Kebijakan Baja UE: Industri Besar Dilindungi, UKM Diabaikan, Pembaruan Kuota Masih Tertunda](https://imgqn.smm.cn/usercenter/JjbtE20251217171732.jpeg)
![[SMM Kilat Baja Tahan Karat] Outokumpu Memesan Peningkatan Tungku Ladel Ganda untuk Pabrik Baja Tahan Karat Alabama](https://imgqn.smm.cn/usercenter/PFIti20251217171734.jpg)
![[SMM Stainless Steel Flash] Harga Ekspor Baja Tahan Karat Taiwan, Tiongkok Naik pada Juni Meski Volume Turun](https://imgqn.smm.cn/usercenter/CWsEw20251217171732.jpeg)
