[SMM Flash News] Danantara dan Latitude Energy Bermitra dalam Proyek Gasifikasi Batu Bara Pertama di Indonesia

Telah Terbit: Jul 11, 2026 23:04
Danantara Indonesia, melalui PT Danantara Development Management Fund, telah menandatangani MoU dengan Latitude Energy yang berbasis di AS untuk mengembangkan proyek gasifikasi batubara pertama di Indonesia. Proyek ini akan memanfaatkan teknologi TRIG™ milik Latitude untuk mengubah lignit berkalori rendah menjadi syngas, yang dapat diproses menjadi dimetil eter (DME) sebagai pengganti LPG, serta bahan baku bagi industri pupuk dan petrokimia. Kemitraan ini bertujuan meningkatkan ketahanan energi Indonesia, mengurangi ketergantungan pada impor energi, dan meningkatkan nilai tambah sumber daya batubara peringkat rendah yang melimpah di Tanah Air sambil mendukung pengembangan industri hilir.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
[SMM Berita Kilat] SolarPower Europe Mencari Kejelasan tentang Pembatasan Pendanaan Inverter Uni Eropa
7 jam yang lalu
[SMM Berita Kilat] SolarPower Europe Mencari Kejelasan tentang Pembatasan Pendanaan Inverter Uni Eropa
Baca Selengkapnya
[SMM Berita Kilat] SolarPower Europe Mencari Kejelasan tentang Pembatasan Pendanaan Inverter Uni Eropa
[SMM Berita Kilat] SolarPower Europe Mencari Kejelasan tentang Pembatasan Pendanaan Inverter Uni Eropa
SolarPower Europe mendesak Komisi Eropa untuk memperjelas keputusannya membatasi pendanaan Uni Eropa bagi proyek tenaga surya dan penyimpanan baterai yang menggunakan inverter dari negara-negara berisiko tinggi. Asosiasi tersebut menyatakan bahwa absennya panduan tertulis mengenai cakupan dan penerapan kebijakan ini telah menciptakan ketidakpastian mendalam, menunda proyek, serta mempersulit pengambilan keputusan pengadaan, terutama di Eropa Tengah dan Timur. Asosiasi ini menyerukan adanya periode transisi, kajian dampak nasional, kode jaringan yang diselaraskan, serta dukungan lebih kuat bagi manufaktur inverter Eropa guna menghindari keterlambatan penerapan dan menjaga keamanan energi.
7 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Resmi Meluncurkan Mandat Biodiesel B50
7 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Resmi Meluncurkan Mandat Biodiesel B50
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Indonesia Resmi Meluncurkan Mandat Biodiesel B50
[SMM Flash News] Indonesia Resmi Meluncurkan Mandat Biodiesel B50
Indonesia secara resmi meluncurkan mandat biodiesel B50, meningkatkan rasio pencampuran biodiesel menjadi 50% sebagai bagian dari strategi untuk memperkuat ketahanan energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperkirakan program ini akan menghemat devisa sekitar Rp170 triliun, meningkatkan nilai tambah industri minyak sawit menjadi Rp23,49 triliun, menciptakan sekitar 2,1 juta lapangan kerja, dan mengurangi emisi CO₂ sebesar 44,46 juta metrik ton dibandingkan dengan solar konvensional. Permintaan biodiesel tahunan diproyeksikan mencapai 16,7–18 juta kiloliter, membutuhkan 15,2–16,3 juta metrik ton minyak sawit mentah (CPO). ESDM menambahkan bahwa B50 telah lulus uji teknis di berbagai sektor transportasi dan industri serta siap diterapkan secara nasional.
7 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Hanya Mengizinkan Penambahan Kuota Nikel Secara Terbatas
7 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Hanya Mengizinkan Penambahan Kuota Nikel Secara Terbatas
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Indonesia Hanya Mengizinkan Penambahan Kuota Nikel Secara Terbatas
[SMM Flash News] Indonesia Hanya Mengizinkan Penambahan Kuota Nikel Secara Terbatas
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia menyatakan tidak akan ada kenaikan kuota produksi nikel nasional secara luas, kecuali penambahan terbatas untuk mendukung smelter yang masih mengalami kekurangan bahan baku. Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Tri Winarno mengatakan tambahan alokasi apa pun akan relatif kecil, karena pemerintah bertujuan mencegah pasokan berlebih di pasar global dan menghindari tekanan lebih lanjut terhadap harga nikel. Perusahaan tambang dapat mengajukan permohonan revisi RKAB hingga 31 Juli 2026, sesuai dengan Peraturan Menteri Nomor 17/2025. Namun, ESDM menegaskan seluruh usulan akan melalui kajian rinci dan tidak akan disetujui secara otomatis.
7 jam yang lalu
Danantara Indonesia, melalui PT Danantara Development Management Fund, - Shanghai Metals Market (SMM)