Bank-bank Hong Kong Membangun Cadangan Emas

Telah Terbit: Jul 5, 2026 22:30

Hong Kong semakin memantapkan posisinya sebagai pusat perdagangan emas batangan utama di Asia, dengan beberapa bank dilaporkan mengimpor emas batangan besar menjelang rencana peluncuran sistem kliring emas pusat baru pada bulan Juli.

Setidaknya empat dari 11 bank yang berpartisipasi dalam mekanisme baru tersebut telah meminta pedagang untuk memindahkan emas batangan 400 ons ke kota itu, demikian laporan Bloomberg, mengutip sumber yang memahami masalah ini. Batangan tersebut memenuhi standar London Good Delivery, tolok ukur global untuk perdagangan emas fisik grosir. Langkah ini menunjukkan bahwa bank sedang membangun persediaan fisik untuk mendukung penyerahan begitu sistem kliring mulai beroperasi.

Emas batangan 400 ons adalah format standar yang digunakan di London, pusat perdagangan emas batangan terbesar di dunia. Batangan ini biasa diperdagangkan di antara bank, entitas negara, dan pemain institusional besar. Namun, di Asia, perdagangan emas lebih umum dilakukan dalam batangan kilogram yang lebih kecil, atau kilobar. Keputusan untuk mendatangkan batangan 400 ons karenanya mencerminkan niat Hong Kong untuk menyelaraskan sistem kliring barunya dengan praktik pasar emas batangan internasional, setidaknya saat peluncuran. Menurut orang yang memahami persiapan tersebut, bank perlu menyimpan persediaan emas yang cukup di Hong Kong untuk memfasilitasi penyerahan fisik saat kliring dimulai.

Peran Perusahaan Kliring Baru

Hong Kong Precious Metals Central Clearing Company Limited mempelopori pengembangan mekanisme yang akan datang ini. Dewannya terdiri dari 11 bank, termasuk enam pemberi pinjaman internasional, serta pelaku industri lainnya. Beberapa pemberi pinjaman ini diperkirakan akan bertindak sebagai bank kliring saat sistem diluncurkan, sementara yang lain mungkin memerlukan lebih banyak waktu untuk membangun kemampuan perdagangan dan penyelesaian emas batangan yang diperlukan. Biro Jasa Keuangan dan Perbendaharaan Hong Kong mengatakan perusahaan kliring tersebut telah bekerja sama erat dengan pasar untuk merumuskan kerangka kerja dan aturan sistem tersebut. Pekerjaan persiapan telah memasuki tahap akhir, menurut biro itu.

Sistem kliring emas yang direncanakan Hong Kong diperkirakan akan sangat mirip dengan bagian-bagian penting infrastruktur pasar emas batangan London. Satu fitur penting adalah penggunaan rekening tidak dialokasikan. Rekening ini memungkinkan pelaku pasar memperdagangkan emas tanpa mengalokasikan batangan fisik tertentu untuk setiap transaksi. Struktur ini membantu meningkatkan likuiditas dan memungkinkan penyelesaian yang lebih cepat dan dalam skala lebih besar.

Saat peluncuran, Hong Kong berencana menggunakan standar London Good Delivery. Pengaturan jangka panjang, termasuk apakah sistem akan diperluas ke format batangan atau standar penyerahan lainnya, masih harus ditentukan.

Persaingan dengan Singapura

Peluncuran Hong Kong terjadi saat persaingan antarpusat keuangan Asia yang mengincar peran lebih besar di pasar emas global semakin ketat. Singapura juga telah mengumumkan rencana meluncurkan mekanisme kliring emasnya pada akhir tahun ini. Sistemnya diharapkan selaras dengan kerangka London Good Delivery untuk batangan besar, sekaligus mendukung standar pengiriman dan penyelesaian untuk batangan kilobar yang digunakan bursa utama di Chicago dan Shanghai. Dengan bergerak lebih dulu, Hong Kong bisa mendapatkan keunggulan dalam menarik bank, perusahaan perdagangan, dan investor institusional yang mencari lebih banyak opsi perdagangan dan penyelesaian emas batangan di Asia.

Baik Hong Kong maupun Singapura sama-sama berusaha memanfaatkan permintaan emas yang kuat di seluruh Asia. Banyak investor terus memandang logam mulia ini sebagai penyimpan kekayaan jangka panjang dan lindung nilai terhadap ketidakpastian.

Harga emas mencapai rekor tertinggi awal tahun ini sebelum mundur karena ketegangan geopolitik di Timur Tengah, kekhawatiran inflasi, dan ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi membebani pasar. Meskipun terjadi penurunan, permintaan terhadap infrastruktur emas di Asia tetap signifikan, terutama karena investor dan lembaga keuangan mencari alternatif dari pusat perdagangan tradisional di Barat.

Kesimpulan

Impor batangan emas standar London seberat 400 ons yang dilaporkan menandai langkah konkret upaya Hong Kong membangun pasar emas batangan yang lebih dalam dan lebih likuid. Jika sistem kliring diluncurkan sesuai rencana pada bulan Juli, hal ini dapat memberi Hong Kong peran yang lebih kuat dalam perdagangan emas regional dengan menawarkan platform lokal bagi pelaku pasar untuk penyelesaian, pengiriman, dan likuiditas.

Saat ini, penumpukan inventaris oleh bank-bank peserta mengisyaratkan bahwa persiapan memasuki tahap akhir dan Hong Kong memposisikan diri sebagai jembatan yang lebih penting antara permintaan emas Asia dan pasar emas batangan global.

sumber:

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn