Diterbitkan:30 Juni 2026
Volatilitas Pasar Kertas vs. Fundamental yang Kuat
dan harga perak telah turun secara signifikan baru-baru ini, tetapi bagi investor ternama Eric Sprott, prospek jangka panjang tetap solid. Dalam wawancara dengan Sprott Money, ia menjelaskan bahwa penurunan harga baru-baru ini terutama disebabkan oleh volatilitas tinggi di pasar berjangka dan bukan merupakan tanda melemahnya fundamental.
Perbandingan dengan penurunan tajam historis pada tahun 1980 dan 2008 menunjukkan bahwa logam mulia selalu pulih ketika realitas ekonomi mendorong pasar kertas kembali ke latar belakang. Pada akhir Januari, contoh harga perak menunjukkan betapa kuatnya —dengan posisi short besar-besaran yang dipegang oleh bank-bank komersial utama dan margin call yang tiba-tiba—dapat mendistorsi pergerakan harga jangka pendek.
Lingkungan Makroekonomi dan Permintaan dari Asia Memberikan Dukungan
Miliarder tambang itu justru berfokus pada gambaran makroekonomi secara keseluruhan. Mengingat defisit pemerintah yang melonjak, ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, dan bank sentral yang terjebak antara memerangi inflasi dan mendorong pertumbuhan, Sprott mengantisipasi hilangnya daya beli jangka panjang untuk mata uang Barat. Hilangnya kepercayaan terhadap menjadikan emas fisik sangat diperlukan sebagai aset keras. Permintaan fisik dari Asia memberikan dorongan tambahan: Sementara China mengimpor dalam jumlah besar dan menyimpan produksinya sendiri di dalam negeri, India tetap menjadi pembeli dominan, menurut Sprott, meskipun ada intervensi regulasi. Hal ini diiringi oleh bank-bank sentral yang semakin mendiversifikasi cadangan mereka ke dalam logam mulia.
Perak: Kelangkaan Pasokan Bertemu Ledakan Teknologi
Perak memainkan peran khusus bagi Eric Sprott, karena signifikansi industrinya yang berkembang pesat melengkapi fungsi moneternya. Megatren seperti energi terbarukan, kecerdasan buatan, dan perluasan pusat data akan mendorong pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan, jelasnya. Karena sebagian besar perak yang digunakan secara industri ini dikonsumsi secara permanen dan tidak didaur ulang, defisit pasokan struktural beberapa tahun terakhir terus memburuk.
Menurut Sprott, ini menghasilkan kesimpulan yang jelas bagi investor: Meskipun posisi berjangka dapat menyebabkan volatilitas pasar jangka pendek, tren kenaikan jangka panjang untuk emas dan perak didukung secara berkelanjutan oleh beban utang global, pembeli Asia, dan konsumsi perak industri yang masif.
Sumber:



