Nickel Industries: Akan Mengakuisisi Sebagian Saham PT CNE, Kapasitas Tahunan 28.357 mt Ni, Produksi Diharapkan pada Pertengahan 2027

Telah Terbit: Jun 24, 2026 09:38

[Nickel Industries: Akan Mengakuisisi Sebagian Saham PT CNE, Kapasitas Tahunan Dirancang 28.357 mt Ni, Produksi Diperkirakan Mulai Pertengahan 2027] Nickel Industries mengumumkan telah menjalin kerja sama strategis jangka panjang dan menandatangani perjanjian kerangka kerja dengan mitra lokal Indonesia serta investor Indonesia PT Jaya Agung Investasi (JAYA) untuk penambangan bijih nikel dan pengolahan dengan pelindian asam tekanan tinggi (HPAL). Berdasarkan perjanjian tersebut, JAYA akan mengakuisisi 85,7% kepemilikan saham di PT Chengsheng New Energy (CNE), sementara dalam perjanjian kerangka kerja, hak tersebut akan diakuisisi oleh Nickel Industries dan mitra lokal dengan imbalan 30% kepemilikan di dua IUP proyek Sampala, yaitu PT Abadi Nikel Nusantara dan PT Erabaru Timur Lestari.

PT Chengsheng New Energy memiliki proyek HPAL yang sedang dikembangkan di lokasi yang sama dengan ENC di dalam kawasan IMIP Indonesia sebagai perluasan ENC, memproduksi endapan hidroksida campuran (MHP) untuk rantai pasok baterai kendaraan listrik. CNE memiliki kapasitas tahunan 28.357 mt Ni, dengan produksi diperkirakan dimulai pada pertengahan 2027. Produksi MHP yang diatribusikan kepada Nickel Industries adalah sebesar 10.208 mt Ni per tahun.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
3 jam yang lalu
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Baca Selengkapnya
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Data: Pergerakan pasar SHFE, DCE (16 Sep)
Tabel berikut menunjukkan pergerakan logam besi dan non-besi di SHFE dan DCE pada 16 Sep 2026
3 jam yang lalu
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
4 jam yang lalu
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Baca Selengkapnya
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Korea Selatan Memajukan Kerja Sama Sumber Daya Litium di Kazakhstan serta Sumber Daya Nikel dan Kobalt di Uzbekistan
Korea Selatan berencana memperkuat kerja sama dengan Kazakhstan dan Uzbekistan di sektor mineral kritis, dengan memajukan eksplorasi bersama dan pengembangan teknologi untuk sumber daya litium, nikel, dan kobalt. Di Kazakhstan, Institut Geosains dan Sumber Daya Mineral Korea (KIGAM) telah menandatangani perjanjian dengan perusahaan lokal untuk melakukan pengeboran bersama di deposit litium Bakennoye dan tailing-nya pada tahun 2027. Potensi sumber daya litium diperkirakan awal sekitar 25.000 ton. Di Uzbekistan, kedua pihak akan fokus pada eksplorasi dan pengembangan sumber daya nikel dan kobalt di wilayah Sultanbobo, termasuk penelitian dan pengembangan teknologi pengolahan dan pemurnian serta studi kelayakan. Kerja sama ini bertujuan untuk memfasilitasi partisipasi perusahaan Korea dalam proyek pengembangan selanjutnya dan memperkuat keamanan rantai pasokan mineral kritis Korea Selatan.
4 jam yang lalu
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
4 jam yang lalu
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
Baca Selengkapnya
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
【SMM Berita Kilat】 HPM Nikel Indonesia Kembali Turun pada Paruh Kedua September
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia resmi merilis Harga Mineral Acuan (HMA) nikel untuk paruh kedua September 2026. HMA nikel paruh kedua September ditetapkan sebesar USD 16.698,00/mt, turun USD 35,33/mt atau 0,21% dari USD 16.733,33/mt pada paruh pertama September. HMA kobalt sebesar USD 52.704,33/mt, sementara HMA bijih besi sebesar USD 1,47/mt dan HMA bijih krom sebesar USD 6,37/mt. Mengikuti formula HPM bijih nikel yang direvisi berdasarkan Kepmen ESDM No.363.K/MB.01/MEM.B/2026, yang berlaku efektif pada 15 September 2026, HPM bijih nikel adalah sebagai berikut: · Ni 1,2%: $24,89/wmt, turun $20,77/wmt, berdasarkan formula HPM baru untuk kadar Ni 1,2% ke bawah. · Ni 1,3%: $49,20/wmt, turun $0,69/wmt. · Ni 1,4%: $53,83/wmt, turun $0,24/wmt. · Ni 1,5%: $58,50/wmt, turun $0,25/wmt. · Ni 1,6%: $63,38/wmt, turun $0,26/wmt.
4 jam yang lalu