【SMM Kilasan Berita Nikel】Indonesia Merevisi Formula HPM Bijih Nikel, HPM Ni 1,2% Turun 45%

Telah Terbit: Sep 16, 2026 12:22

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah menerbitkan Kepmen ESDM No.363.K/MB.01/MEM.B/2026, berlaku efektif 15 September, merevisi formula HPM bijih nikel yang diperkenalkan melalui Kepmen No.144.K/MB.01/MEM.B/2026.

Revisi terbaru ini terutama menurunkan faktor koreksi (CF) nikel dan koefisien kobalt untuk limonit kadar rendah. Untuk bijih Ni 1,2%, HPM yang direvisi adalah $24,89/wmt, turun $20,08/wmt, atau 45%, dari $44,97/wmt berdasarkan formula sebelumnya. HPM yang direvisi juga berada di bawah harga delivered SMM saat ini sebesar $27/wmt.

Pada tarif royalti 14%, royalti berdasarkan HPM yang direvisi sekitar $3,48/wmt, dibandingkan dengan $3,78/wmt berdasarkan harga transaksi aktual. Penyesuaian ini diharapkan dapat mempersempit kesenjangan antara HPM dan harga pasar serta mengurangi beban pajak bagi penambang limonit kadar rendah. Dampak terhadap biaya bahan baku aktual pabrik HPAL diperkirakan terbatas, karena harga pasar telah berada di bawah HPM sebelumnya.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia telah mene - Shanghai Metals Market (SMM)