【SMM Flash News】HMA Nikel Indonesia Naik pada Periode Kedua Mei, Akhirnya Menembus Ambang Batas $18.000

Telah Terbit: May 15, 2026 13:03

Kementerian ESDM Indonesia secara resmi menerbitkan Harga Mineral Acuan (HMA) untuk periode kedua Mei 2026. Harga acuan nikel ditetapkan sebesar $18.849,30/dmt, menandai kenaikan signifikan sebesar $1.047,16/dmt, atau 5,88%, dibandingkan dengan $17.802,14/dmt pada periode pertama Mei.

Harga acuan tambahan untuk periode kedua Mei meliputi kobalt sebesar $55.854,00/dmt, bijih besi sebesar $1,58/dmt, dan bijih krom sebesar $6,37/dmt.

Berdasarkan model valuasi internal SMM, analisis simulasi dilakukan untuk bijih saprolit (terdiri dari 20% Fe, 1% Cr, dan 0,05% Co) dan bijih limonit (terdiri dari 45% Fe, 2% Cr, dan 0,10% Co).

• Ni 1,2%: USD 49,95/wmt (↑ $2,12)

• Ni 1,3%: USD 54,72/wmt (↑ $2,39)

• Ni 1,4%: USD 60,05/wmt (↑ $2,75)

• Ni 1,5%: USD 65,32/wmt (↑ $3,04)

• Ni 1,6%: USD 70,83/wmt (↑ $3,35)

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Kementerian ESDM Indonesia secara resmi menerbitkan Harga Mineral Acua - Shanghai Metals Market (SMM)