[SMM Nickel Flash News] Indonesia Tinjau Amendemen PP 19/2025, Royalti Terkait Nikel Berpotensi Naik

Telah Terbit: May 8, 2026 16:42

Pada 8 Mei, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara di bawah ESDM mengadakan konsultasi publik mengenai usulan amendemen PP 19/2025, yang mencakup penyesuaian royalti untuk beberapa mineral.

Untuk bijih nikel, usulan tersebut menurunkan ambang batas HMA terendah dari di bawah $18.000/mt menjadi di bawah $16.000/mt, dan ambang batas tertinggi dari $31.000/mt ke atas menjadi $26.000/mt ke atas. Strukturnya akan diperluas dari lima menjadi enam bracket, dengan tarif berkisar antara 14% hingga 19%. Berdasarkan HMA nikel hari ini sebesar $17.802/mt, royalti bijih nikel yang berlaku akan naik dari 14% menjadi 15% jika diterapkan. Usulan ini juga menambahkan royalti 2% untuk kobalt dalam nickel matte dan produk peleburan non-nikel, serta royalti 2,5% untuk Alloy Pig Iron. Apakah ini memengaruhi NPI arus utama bergantung pada klasifikasi produk akhir Indonesia.

Pernyataan Sumber Data: Kecuali informasi yang tersedia untuk publik, semua data lainnya diproses oleh SMM berdasarkan informasi publik, komunikasi pasar, dan mengandalkan model database internal SMM. Hanya untuk referensi dan tidak menjadi rekomendasi pengambilan keputusan.

Untuk pertanyaan atau informasi lebih lanjut, silakan hubungi: lemonzhao@smm.cn
Untuk informasi lebih lanjut tentang cara mengakses laporan penelitian kami, hubungi:service.en@smm.cn
Berita Terkait
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
6 jam yang lalu
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
Baca Selengkapnya
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
SMM Berita Singkat Nikel: Pasar NPI Melemah, Sentimen dan Perdagangan Lesu pada Juni
[SMM Nickel Flash] 24 Juni - Faktor sentimen pasar NPI kadar tinggi SMM tercatat 2,23, turun 0,04 bulan-ke-bulan. Faktor sentimen hulu untuk NPI kadar tinggi sebesar 2,59, turun 0,08 bulan-ke-bulan, dan faktor sentimen hilir sebesar 1,86, turun 0,02 bulan-ke-bulan. Pasar NPI hari ini melemah secara keseluruhan, dengan perdagangan sangat lesu. Selisih harga permintaan-penawaran terus melebar. Efek substitusi skrap baja, ditambah ekspektasi pemeliharaan pabrik baja, menekan permintaan NPI secara ganda.
6 jam yang lalu
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
6 jam yang lalu
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
Baca Selengkapnya
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
[SMM Analysis] Impor dan Ekspor Produk Antara Hidrometalurgi Mei
6 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
8 jam yang lalu
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
Baca Selengkapnya
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
[SMM Flash News] Indonesia Dikabarkan Mempertimbangkan Pelonggaran Kuota Penambangan Nikel pada Paruh Kedua; Belum Dikonfirmasi oleh ESDM
Rumor pasar menyebutkan bahwa Indonesia mungkin akan melonggarkan pembatasan kuota penambangan bijih nikel tahunan (RKAB) pada paruh kedua tahun ini. Langkah ini dapat meredakan ketatnya pasokan bahan baku bagi perusahaan peleburan lokal, tetapi juga dapat menekan harga nikel internasional. Menurut sumber anonim yang mengetahui, pemerintah mungkin menyesuaikan jumlah signifikan dari total kuota penambangan bijih nikel tahunan pada pertengahan tahun, dan sejumlah perusahaan bijih nikel berencana mengajukan permohonan peningkatan kuota awal bulan depan. Namun, kabar ini saat ini sangat tidak pasti. Hingga kini, belum ada laporan jelas dari media lokal Indonesia, dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Indonesia belum mengeluarkan berita atau pernyataan resmi yang mengonfirmasi klaim revisi kuota substansial tersebut. Rencana pelonggaran kuota masih mengandung ketidakpastian yang cukup besar, dan SMM akan terus memantau dengan cermat perkembangan aktual dan kemajuan resmi dari peristiwa ini.
8 jam yang lalu